Pramono, dkk./ Jurnal Teknik Mesin Indonesia, Vol. 17 No. 2 (Oktober 2022) Hal. 78-86 78 | JTMI Perancangan mesin packing pipa baja otomatis di PT Steel Pipe Industry of Indonesia, Tbk Aditya Pramono 1 , Heru Arizal 1 , I Made Arsana 1 1 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya 2 Staf Pengajar, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang, Ketintang, Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur, 60231, Indonesia Email korespondensi: madearsana@unesa.ac.id Abstrak Pemanfaatan teknologi otomatis dalam proses packing pipa baja merupakan sebagian kecil dari pemanfaatan teknologi. Adanya bottle neck atau ketidakseimbangan proses bundling atau packing pipa karena masih dilakukan oleh tenaga manusia dengan kapasitas 3000 batang pipa per shift kerja. Mesin packing pipa yang dijual di pasaran memiliki dimensi yang tidak cocok dengan space ruangan di PT Steel Pipe Industry of Indonesia, Tbk. Proses perancangan desain automatic mill pipe machine ini menggunakan metode identifikasi masalah, studi literatur, analisis kebutuhan, konsep desain, komponen-komponen mesin, dan perhitungan BEP investasi. Hasil dari perencanaan ini adalah didapatkan desain mesin dengan ukuran panjang 6500 mm, lebar 3852 mm, dan tinggi 1500 mm, menggunakan motor 1,5 Hp, 1000 Rpm. Hasil simulasi pembebanan menggunakan aplikasi Solidworks menunjukan nilai Yield Strength adalah 2,039e+008 N/m 2 . Batas maksimal loadnya adalah 2,9983e+007 N/m 2 , dan load minimumnya adalah 7,331e-004 N/m 2 , cycle time dari mesin packing ini adalah 5 menit. Batas maksimal dari beban pada simulasi di atas tidak lebih dari Yield Strength material galvanized steel, sehingga dikatakan aman untuk mengangkat 36 batang pipa dalam 1 kali bundling. Serta nilai Break Even Point dapat tercapai selama 6 bulan. Kata kunci: mesin pengepakan pipa otomatis, break event point, waktu siklus. Abstract The use of automatic technology in the steel pipe packing process is a small part of the use of technology. There is a bottle neck or imbalance in the bundling process or pipe packing because it is still carried out by human workers with a capacity of 3000 pipe rods per work shift. Pipe packing machines sold in the market have dimensions that do not match the rooms at PT. Steel Pipe Industry of Indonesia, Tbk. The design process for this automatic pipe mill machine uses problem methods, literature studies, machine requirements analysis, design concepts, components, and investment BEP calculations. The result of this planning is a machine design that is obtained with a length of 6500 mm, width of 3852 mm, and height of 1500 mm, using a 1.5 Hp, 1000 Rpm motor. The loading simulation results using the solidworks application show the Yield Strength is 2.039e+008 N/m 2 . The maximum load limit is 2.9983e+007 N/m 2 , and the minimum load is 7.331e-004 N/m 2 , the cycle time of this packing machine is 5 minutes. The maximum limit of the load in the simulation above is no more than the Yield Strength of galvanized steel material so it is safe to lift 36 pipe rods in 1 bundling. And the Break Even Point can be achieved for 6 months. Keywords: automatic packing mill pipe, break event point, cycle time. 1. Pendahuluan Pada abad digitalisasi yang sudah sangat maju dan terus berkembang, yang bertujuan untuk memudahkan dan membantu manusia. Di industri manufaktur, sudah banyak juga mesin yang sudah dilengkapi dengan teknologi terkini [1]. Sudah menjadi kebutuhan bagi sebuah perusahaan manufaktur industri untuk membutuhkan sentuhan teknologi untuk melakukan kegiatan produksinya agar dapat menghasilkan output standar dan dalam jumlah/kapasitas yang besar. Di PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, saat ini masih terdapat sub proses yang masih menggunakan tenaga manusia, sehingga menjadi bottle neck atau ketidakseimbangan proses, sehingga menghasilkan produktivitas mesin yang kurang optimal. Dalam menjalankan produksinya, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, membutuhkan mesin bundling/packing untuk menggantikan tenaga kerja manusia dalam prosesnya. Mesin bundling akan dirancang menggunakan sistem kontrol PLC atau Programmable Logic Controller, sehingga semua kegiatan produksi dapat terpusat atau terintegrasi. Serta memfasilitasi proses perbaikan jika terjadi kerusakan. Sepanjang pencarian yang telah dilakukan di media jurnal nasional dan atau literasi lainnya, kajian serupa belum diperoleh. Atas dasar itu, digunakan literasi lain yang kompatibel dengan mesin pengepakan pipa