1330 SUPLEMEN BUKU AJAR TEMATIK MATERI ENERGI ALTERNATIF & SUMBER DAYA ALAM BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK KELAS IV SD Sandi Haryadi 1 , Ery Tri Djatmika 2 , Punaji Setyosari 3 1 Pendidikan Dasar-Pascasarjana Universitas Negeri Malang 2 Pendidikan Ekonomi-Pascasarjana Universitas Negeri Malang 3 Teknologi Pembelajaran-Pascasarjana Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 10-4-2017 Disetujui: 20-10-2017 Abstract: The purpose of this research is to develop thematic’s supplementary book for the fourth grade with a focus on the study of alternative energy and natural resources material. Thematic’s supplementary book was developed based on student characteristics and contextual. The materials were validated in terms of content, language, and design, the materials were tried out to three elementary students in one-to-one evaluation, six elementary students in small-group evaluations, and to twenty nine elementary students in field trial evaluation. The trial results demonstrate the feasibility of teaching materials have a high level. The average validity got 87.90, the practicality 85.76, and the effectiveness 91.95. So it is recomended be implemented as a supporting source in the learning activities, especially in studying alternative energy & natural resources. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan suplemen buku ajar tematik untuk kelas IV SD dengan fokus kajian pada materi energi alternatif & sumber daya alam. Suplemen buku ajar dikembangkan berdasarkan karakteristik siswa dan kontekstual. Suplemen buku ajar divalidasikan pada aspek isi, bahasa, dan desain, selanjutnya diujicobakan kepada tiga siswa pada uji perorangan, enam siswa pada uji kelompok kecil dan 29 siswa pada uji kelompok besar. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kelayakan bahan ajar sangat tinggi. Rata-rata kevalidan sebesar 87,90, kepraktisan 85,76, dan keefektifan 91,95. Disarankan bahan ajar ini diimplementasikan untuk sumber pendukung pembelajaran tematik, khususnya materi energi alternatif & sumber daya alam. Kata kunci: supplementary book; contextual approach; alternative energy and natural resources; suplemen buku ajar; pendekatan kontekstual; energi alternatif dan sumber daya alam Alamat Korespondensi: Sandi Haryadi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: denmas.sandi@gmail.com Pendidikan idealnya mampu membentuk mental siswa dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan. Pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat yang menekankan pendekatan kreatif dan kritis, pemikiran yang panjang, dan inovatif untuk memecahkan permasalahan yang kompleks sangat diperlukan generasi mendatang dalam menjawab tantangan di abad 21 (Djatmika, 2012). Untuk menjawab tantangan di abad 21 pemerintah menerapkan kurikulum 2013. Pelaksanaan kurikulum 2013 membawa paradigma baru dalam proses pembelajaran di jenjang Sekolah Dasar (SD). Implikasinya dapat dilihat dari pendekatan tematik yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Perubahan ini berpengaruh juga terhadap bahan ajar yang digunakan. Bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran kurikulum 2013 yaitu buku guru dan buku siswa. Buku guru a berfungsi sebagai petunjuk penggunaan buku siswa yang berisi deskripsi kegiatan pembelajaran dan pedoman penilaian. Sementara itu, buku siswa berfungsi sebagai buku aktivitas pembelajaran yang memudahkan siswa menguasai kompetensi pembelajaran. Pembelajaran dikatakan bermakna apabila topik yang dipelajari sesuai dengan kehidupan dan melibatkan siswa dalam menciptakan, memahami, serta menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan konteks kehidupan nyata (Mc Combs, 1997). Sayangnya proses pembelajaran di kelas cenderung ke dimensi kognitif saja dan bersifat transfer pengetahuan tanpa memberikan kesempatan secara luas bagi pembelajar untuk “mencerna” pengalaman belajarnya (Setyosari, 2009). Pengalaman belajar siswa dapat diwujudkan dalam bahan ajar. Bahan ajar sebagai komponen pembelajaran hendaknya disusun berdasarkan lingkungan tempat tinggal siswa supaya lebih mudah dalam menciptakan, memahami, dan mengkorelasikan pengetahuan. Dengan demikian, bahan ajar yang kontekstual dapat membangkitkan kebermaknaan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini sesuai dengan pernyataan Johnson (2002:24) bahwa pembelajaran kontekstual memungkinkan siswa menghubungkan isi materi dalam bahan ajar dengan konteks kehidupan sehari-hari untuk menemukan sebuah makna. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 2 Nomor: 10 Bulan Oktober Tahun 2017 Halaman: 1330—1337