Pengembangan Nilai-nilai Karakter melalui Kultur Sekolah di SMA Wachid Hasyim 2 Taman 31 POLA PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI KULTUR SEKOLAH DI SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN SIDOARJO Irma Diayuningsih 094254213 (PPKn, FIS, UNESA) irma.punya@gmail.com Totok Suyanto 0004046307 (PPKn, FIS, UNESA) totoksuyantounesa@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengembangan nilai-nilai karakter melalui kultur sekolah di SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian pada pola pengembangan nilai-nilai karakter melalui kultur sekolah terbagi menjadi 3 aspek yakni: kultur akademik yang berorientasi pada mutu pendidikan sekolah, kultur sosial budaya melalui (1) pengkondisian, (2) kegiatan rutin, (3) menasihati atau teguran, (4) pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment). Sedangkan pada kultur demokratis melalui: (1) bebas berpendapat melalui adanya penyediaan kotak saran oleh sekolah, (2) komunikasi dua arah, (3) organisasi sekolah. Pada pengembangan nilai-nilai karakter terdapat beberapa kendala yang dialami sekolah yakni kurangnya kesadaran pada diri siswa, adanya pengaruh lingkungan luar, kurangnya penyediaan fasilitas dan dana. Upaya sekolah dalam mengatasi kendala tersebut yakni bekerja secara istiqhomah atau terus-menerus, keteladanan yang dilakukan oleh guru, mengadakan pertemuan rutin antar pengurus sekolah. Kata Kunci: Nilai-nilai karakter, Kultur sekolah Abstract This research aims to know development pattern of character values through school culture at SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo. This research used a qualitative approach with descriptive methods. Informants were selected by purposive sampling technique. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Data analysis in research using data reduction, data display, and conclusion. The results on the pattern of development of character values through school culture that is divided into three aspects: academic culture-oriented quality of education, socio-cultural culture through (1) conditioning, (2) routine, (3) counsel or reprimand, (4) reward and punishment. While the democratic culture through: (1) freedom of speech, (2) two-way communication, (3) organization of schools. On the development of character values there are several obstacles faced by schools that lack of self-awareness in students, the influence of the external environment, the lack of provision of facilities and funds. While the school attempts to overcome the obstacles that work istiqhomah or continuous, exemplary undertaken by teachers, holding regular meetings between school administrators. The development of character values can be achieved optimally need for approaches that characters by infusing continuously about the value of the good and the bad and reward and punishment to educate the students. Keywords: Character values, School culture PENDAHULUAN Perkembangan zaman semakin maju tidak dapat ditolak oleh berbagai negara termasuk Indonesia. Perkembangan zaman ditandai dengan adanya globalisasi yang mencapai seluruh sektor kehidupan, termasuk teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi. Hakikat globalisasi ditandai dengan bersatunya kegiatan ekonomi serta perkembangan IPTEK semakin maju. Sehingga arus interaksi sosial yang tidak berjalan sebagai mana mestinya yang menimbulkan kesenjangan antar anggota masyarakat yang mengakibatkan disintegrasi serta menurunkan nilai-nilai luhur bangsa, kepribadian dan karakter bangsa. Bangsa Indonesia sepertinya telah kehilangan karakter yang telah dibangun bertahun-tahun, bahkan berabad- abad. Kerjasama, keramahan, tenggang rasa, kesopanan dan gotong-royong merupakan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa mulai luntur. (http://trijokoantro- fisip.web.unair.ac.id/artikel) Oleh karena itu, diperlukan penanaman karakter baru dalam membangun bangsa Indonesia yang berkualitas. Pembangunan karakter bangsa memang tidak terlepas dari pembahasan mengenai kebudayaan nasional, karena kebudayaan nasional