Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 5 Nomor 1, 2021 ISSN : 2614-2147 101 ANALISIS MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI MUALAF PADA LEMBAGA BAITUL MAL PROVINSI ACEH Fil Amzatil Akbar a , Nurma Sari b , Eka Nurlina c , Rusdi d a,b,c, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala d, FakultasEkonomi, UniversitasTeuku Umar Corresponding author : eka.nurlina@unsyiah.ac.id Abstract This study aims to describe the empowerment program of mualaf (convert) at the Baitul Mal Aceh, Indonesia. The case study using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews with the head of the field of collection in Baitul Mal Aceh, mualaf, stakeholders and direct participatory observation and documentation. In validating data, this study uses data triangulation techniques before being analyzed through data reduction and conclusions. The results of this study indicate that the empowerment program implemented by Baitul Mal Aceh through its work programs has a role and influence in the empowerment of mualaf in Aceh. Muslim converts have a good relationship with neighbors and have been able to meet the needs of daily life. Not only empowered economically, converts also experience an increase in spiritual terms. Keywords: Empowerment program, Mualaf, Baitul Mal Abstrak Studi ini bertujuan untuk memahami program pemberdayaan mualaf pada Baitul Mal di Provinsi Aceh. Studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan ketua bidang pengumpulan di Baitul Mal Aceh, mualaf, stakeholder dan observasi partisipatif langsung serta dokumentasi. Dalam memvalidasi data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data sebelum dianalisis melalui reduksi data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pemberdayaan yang dijalankan Baitul Mal Aceh melalui program-program kerjanya, memiliki peran dan pengaruh dalam pemberdayaan mualaf di Aceh. Mualaf memiliki hubungan yang baik dengan tetangga sekitar dan telah mampu memenuhi kebutuhan hidup harian. Tidak hanya diberdayakan secara ekonomi, mualaf juga mengalami peningkatan dari segi spiritual. Kata Kunci: Program Pemberdayaan, Mualaf, Baitul Mal Aceh PENDAHULUAN Zakat mempunyai tujuan yaitu dimanfaatkan kegunaannya di jalan Allah. Zakat merupakan ibadah yang memiliki dua sisi. Pada satu sisi zakat merupakan ibadah yang dapat menjadikan harta dan diri pemiliknya menjadi suci kembali, pada sisi lain di dalam zakat itu sendiri terdapat hak orang- orang yang kekurangan dalam segi harta, sehingga zakat tersebut memiliki misi sosial yang tinggi (Sari, 2015). Zakat ialah rukun Islam yang ke 3, dan telah menjadi instrumen untuk memberdayakan masyarakat baik secara sosial, ekonomi dan spiritual. Zakat harus dikelola secara professional dan transparan selama dihimpun hingga didistribusi kepada yang berhak menerimanya. Di Indonesia, Badan Amil Zakat yang bertugas untuk mengelola zakat, akan melaksanakan pendistribusian zakat kepada 8 asnaf, salah satunya ialah asnaf mualaf. Asnaf mualaf merupakan salah satu asnaf yang berhak menerima zakat karena mereka berhak dibantu agar keimanannya semakin kuat dan tetap berkontribusi dalam agama Islam. Namun, menurut Ketua Dompet Dhuafa Indonesia Sabeth Abilawa,