E-ISSN 2502-3047 P-ISSN 1411-9919 Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Volume 33, Issue 2, July 2022 239 Journal Website: www.ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti Permanent link for this document:https://doi.org/10.33367/tribakti.v33i2.2833 Epistemology of the Integration of Religion and Science Qur'anic Perspective Epistemologi Integrasi Ilmu Agama dan Sains Perspektif al-Qur’an Husien Aziz Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia email.huseinaziz@uinsby.ac.id Abstract The problem facing contemporary epistemology is the dichotomy between revelation, reason, and the senses. The West prioritizes reason and senses, ignoring revelation, causing civilization to deviate from its nature. Eastern Islam puts forward revelation that ignores reason and senses so that it cannot solve contemporary problems because its knowledge is not built on natural and social laws. This paper is intended to answer this epistemological problem by using a philosophical method with a library research approach. From this discussion, it was found that there are three tools for producing knowledge according to the perspective of the Qur'an, namely, revelation, reason, and the senses. Revelation is a tool to know the unseen while reason and senses are tools to produce natural and social domains. All of these tools are combined and integrated into obtaining the expected knowledge. Keywords: integration, religion, science, epistemology Abstrak Masalah yang dihadapi epistemologi kontemporer adalah dikotomi antara wahyu, akal, dan indera. Barat mengutamakan akal dan indera, mengabaikan wahyu, menyebabkan peradaban menyimpang dari kodratnya. Islam Timur mengedepankan wahyu yang mengabaikan akal dan indera sehingga tidak dapat menyelesaikan masalah kontemporer karena pengetahuannya tidak dibangun di atas hukum alam dan hukum sosial. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan epistemologis tersebut dengan menggunakan metode filosofis dengan pendekatan studi pustaka. Dari pembahasan ini ditemukan bahwa ada tiga alat untuk menghasilkan pengetahuan menurut perspektif Al-Qur'an, yaitu wahyu, akal, dan indera. Wahyu adalah alat untuk mengetahui yang gaib, sedangkan akal dan indera adalah alat untuk menghasilkan ranah alam dan ranah sosial. Semua alat ini digabungkan dan diintegrasikan untuk memperoleh pengetahuan yang diharapkan. Kata Kunci: Integrasi, Agama, Ilmu Pengetahuan dan Epistemologi. Pendahuluan Integrasi ilmu agama dan sains menarik untuk diangkat sebagai kajian, karena problem yang dihadapi epistemologi kontemporer adalah dikotomi antara wahyu, akal dan indera. Barat mengedepankan akal dan indera tanpa wahyu. Masyarakat Islam