109 Volume 14 No. 2 Desember 2021 Dika Dzikriawan, dkk: Tinjauan Komparatif Lagu “Papatet” Gaya Bojongherangan dengan Gaya Pasarbaruan ... TINJAUAN KOMPARATIF LAGU “PAPATET” GAYA BOJONGHERANGAN DENGAN GAYA PASARBARUAN DALAM TEMBANG SUNDA CIANJURAN Dika Dzikriawan 1* , Heri Herdini 2 , Indra Ridwan 3 , dan Aloysia Yuliana Y.W. 4 1* Penggiat Budaya Direktorat Jendral Kebudayaan KEMDIKBUDRISTEK RI, Wilayah Kerja Kabupaten Cianjur Jawa Barat 2 Dosen Program Studi S-1 Seni Karawitan FSP ISBI Bandung 3 Dosen Program Studi S-1 Seni Karawitan FSP ISBI Bandung 4 Dosen Program Studi S-1 Seni Karawitan FSP ISBI Bandung E-Mail Korespondensi: dikadzikriawan@yahoo.co.id * ABSTRACT This paper is a comparative review of “Papatet” song bojongherangan’s style with pasarbaruan’s or kauman’s style in tembang sunda cianjuran. During this time, many people did not yet know the differences between thise style. To prove and know the differece, than both style will be compared in musical analysis seen from dongkari’s structure. The results of this study show that the use of dongkari in the bojongherangan style is simpler than the pasarbaruan style. The using of dongkari in every style enough to reflect the identity and character appropiate with both of that style. It becomes a documentation work for protection cultural preservation, especially in bojongherangan style that is now almost extinct . Keywords: Bojongherangan’s style, Pasarbaruan’s style, Tembang Sunda Cianjuran and Dongkari. ABSTRAK Tulisan ini merupakan tinjauan komparatif lagu “Papatet” gaya Bojongherangan dengan Pasarbaruan atau Kauman. Sejauh ini, belum banyak orang yang mengetahui perbedaan dari kedua gaya tersebut. Untuk mengetahui perbedaannya, maka dua lagu tersebut akan dikomparasikan dengan cara dianalisis secara musikal dilihat dari struktur dongkari . Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa penggunaan dongkari pada gaya bojongherangan lebih sederhana dibandingkan dengan gaya pasarbaruan. Penggunaan dongkari pada setiap gaya cukup mencerminkan identitas dan karakter sesuai dengan kedua gaya tersebut. Hal ini menjadi sebuah kerja dokumentasi guna pelindungan dan pelestarian budaya khususnya pada gaya bojongherangan yang kini hampir mengalami kepunahan. Kata kunci: Gaya bojongherangan, Gaya pasarbaruan, Tembang Sunda Cianjuran, dan Dongkari.