199 Politk Identtas Djuyandi, Y&Azmi, M.F. Vol.3 No. 2 2017, Hal. 199-211 FUNDAMENTALISME ISLAM DALAM PILKADA DKI JAKARTA TAHUN 2017 Yusa Djuyandi Departemen Ilmu Politk, Universitas Padjadjaran, Indonesia, yusa.djuyandi@unpad.ac.id Mohammad Fazrulzaman Azmi Mahasiswa Program Pascasarjana, Ilmu Politk, Universitas Padjadjaran, Indonesia, mfazrulzamanazmi@gmail.com ABSTRAK Pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 politk identtas muncul dalam berbagai macam isu, dan salah satu isu yang begitu kuat adalah soal fundamentalisme Islam. Adanya pernyataan kontroversial dari petahana, Basuki Tjahaja Purnama, terkait Surat Al- Maidah ayat 51 menjadi pemicu atas membesarnya gerakan fundamentalisme Islam, sebab sebelumnya gerakan ini kurang mendapat respon dari masyarakat. Atas dasar persoalan tersebut maka penelitan ini mengangkat isu politk identtas yang terkait dengan fundamentalisme Islam dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Penelitan ini menggunakan metode kualitatf, dimana data primer bersumber dari hasil observasi peneliti dan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan pemberitaan media massa. Berdasarkan hasil penelitan diketahui bahwa kaum fundamentalisme Islam di Indonesia mencoba untuk mengusung konsepsi ke-Islaman bukan hanya sekedar menjadi aliran dan ritual keagamaan melainkan juga aliran politk, hal ini tampak dari adanya gerakan, tndakan dan aksi yang mereka lakukan ketka Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Meskipun gerakan yang dilakukan oleh kelompok fundamentalis mendapatkan momentum yang tepat untuk meningkatkan atensi masyarakat melalui kesalahan sikap yang dilakukan oleh petahana, namun konsistensi gerakan mereka Jurnal Bawaslu ISSN 2443-2539 02 JURNAL BAWASLU.indd 199 12/6/17 3:47 PM