Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram http://ojs.ikipmataram.ac.id/index.php/prismasains/index Juni 2017. Vol. 5, No 1 p-ISSN: 2338-4530 e-ISSN: 2540-7899 pp. 1-17 Sitasi: Asy’ari, M., & Fitriani, H. (2017). Literatur Reviu Keterampilan Proses Sains sebagai Dasar Pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram, 5(1), 1-7. Literatur Reviu Keterampilan Proses Sains sebagai Dasar Pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi 1 Muhammad Asy’ari dan 2 Herdiyana Fitriani 1 Prodi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, FPOK IKIP Mataram 2 Prodi Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram Email: muhammadasyari@ikipmataram.ac.id Article History Received: April 2017 Revised: May 2017 Published: June 2017 Abstract This article aims to describe empirically and theoretically the role of science process skills as a basis for learning high-level thinking skills. Science process skills are skills that are able to answer the demands of learning in accordance with the principles of constructivism related to the nature of science learning which is divided into three categories, namely (1) basic science process skills, (2) intermediate science process skills, and (3) science process skills high. Science process skills are claimed by many experts as the basis for developing high-level thinking skills. Activities such as (1) observation allow a person to be open to inquiry and be sensitive and willing to observe, (2) comparison, (3) classification, (4) measure, (5) communication, (6) inference, (7) prediction , (8) hypotheses, and (9) define and control variables, are activities in science process skills that are indispensable as basic skills to be able to think higher through integration in the learning process. High-level thinking skills such as critical thinking, creative thinking, and problem solving can be built through science learning that emphasizes the process. Critical thinking skills which are reflective processes in analyzing and evaluating information to determine one's beliefs and behavior can be built through creative processes that are lues, flexible, original, and precise in the stages of problem solving identification, planning, implementation and reflection. Keywords: Science process skills, critical thinking, creative thinking, and problem-solving Sejarah Artikel Diterima: April 2017 Direvisi: Mei 2017 Dipublikasi: Juni 2017 Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara empiris dan teoritis terkait peran keterampilan proses sains sebagai dasar membelajarkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Keterampilan proses sains merupakan keterampilan yang mampu menjawab tuntutan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip konstruktivisme terkait hakikat pembelajaran sains yang terbagi menjadi tiga kategori yaitu (1) keterampilan proses sains dasar, (2) keterampilan proses sains menengah, dan (3) keterampilan proses sains tinggi. Keterampilan proses sains diklaim banyak ahli sebagai dasar pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Aktivitas-aktivitas seperti (1) observasi memungkinkan seseorang untuk terbuka pada penyelidikan dan menjadi peka dan mau mengamati, (2) komparasi, (3) klasifikasi, (4) mengukur, (5) komunikasi, (6) inferensi, (7) prediksi, (8) hipotesis, dan (9) mendefinisi dan mengontrol variabel, merupakan aktivitas- aktivitas dalam keterampilan proses sains yang sangat diperlukan sebagai keterampilan dasar untuk dapat berpikir tingkat tinggi melalui pengintegrasian dalam proses pembelajaran. Keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, berpikir kreatif, dan problem solving dapat dibangun melalui pembelajaran sains yang menekankan pada proses. Keterampilan berpikir kritis yang merupakan proses reflektif dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi untuk menentukan keyakinan dan perilaku diri seseorang dapat terbangun melalui proses-proses kreatif yang lues, fleksibel, orisinal, dan presisi dalam tahapan- tahapan problem solving identifikasi, perencanaan, pelaksanaan dan refleksi. Kata kunci: Keterampilan Proses Sains, Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif, dan Problem Solving