Jurnal Revolusi Pendidikan Vol. II No. 2 Th. 2019 63 PENINGKATAN SEMANGAT KERJA GURU MELALUI SUPERVISI KOMUNIKASI ADMINISTRASI PADA GURU SDLBN BALONGSARI KECAMATAN MEGALUH KABUPATEN JOMBANG SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2018/2019 KHOLIL SDLBN Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang ABSTRAK Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolok ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan.Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan semangat kerja guru SDLBN Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Kata Kunci : Semangat Kerja, Supervisi Komunikasi Administrasi Dalam setiap organisasi baik besar maupun kecil, pasti akan terselenggara adanya suatu kegiatan yang berhubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain, sehingga merupakan suatu kegiatan yang menyeluruh guna mencapai suatu tujuan. Tujuan tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni faktor yang berhubungan dengan manusia ataupun bukan manusia, yang meliputi sarana, alat dan bahan. Namun demikian faktor yang paling dominan adalah manusia. Karena manusia sebagai pelaku utama dalam kegiatan organisasi tersebut. Tersedianya sarana dan alat yang lengkap tanpa dibarengi dengan kemampuan dan semangat kerja yang tinggi mustahil dapat berhasil. Guru dan kepala sekolah dengan semangat tinggi berarti mempunyai gairah kerja, disiplin kerja serta kerja sama dengan karyawan lain dalam melaksanakan tugasnya. Tetapi jika ada karyawan yang tidak mempunyai semangat kerja tinggi maka akan mengalami banyak hambatan yang akan menimbulkan kekeliruan atau kesalahan kerja sehingga menyebabkan kerusakan dalam pekerjaannya. Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolok ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Untuk itu seorang peneliti harus dapat mendorong serta meningkatkan semangat kerja bawahan. Semangat kerja guru dan kepala sekolah akan sangat dipengaruhi oleh kepuasaan yang diperoleh guru dan kepala sekolah tersebut dari lembaga pendidikan dimana mereka bekerja. Guru dan kepala sekolah akan merasa puas apabila lembaga pendidikan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang berupa kebutuhan primer maupun sekunder. Seseorang memasuki suatu organisasi/ lembaga pendidikan dengan harapan terpenuhi kebutuhan hidupnya. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Journal Online Kota Madiun