Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) Vol. 2, No. 1 Januari 2022, Hal. 341-348 https://jamsi.jurnal-id.com DOI: https://doi.org/10.54082/jamsi.238 P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 341 Pengembangan Potensi Kalurahan Banyurejo sebagai Desa Wisata Melalui Strategi Branding Media Sosial Sakir* 1 , Bhakti Gusti Walinegoro 2 , Shelsa Aurelia Gunawan Putri 3 1,2,3 Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia *e-mail: mas.sakir@fisipol.umy.ac.id 1 , bhakti.gusti.2016@fisipol.umy.ac.id 2 , shelsa.a.isip19@mail.umy.ac.id 3 Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Banyurejo dilaksanakan dengan melakukan pembuatan branding desa untuk aktivitas promosi wisata. Desa Banyurejo memiliki beragam potensi wisata dan nilai- nilai bersejarah yang menjadi keunikan tersendiri bagi desa tersebut. Namun, di tengah melimpahnya potensi yang dimiliki Desa Banyurejo tersebut belum dapat dikembangkan secara maksimal dikarenakan terdapat faktor penghambat salah satunya yakni belum adanya branding desa untuk aktivitas promosi wisata. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan melalui pembuatan branding desa yang disebarkan melalui platform sosial media dengan melibatkan langsung mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Branding desa dinilai menjadi hal yang penting untuk memperkuat citra desa sebagai desa wisata sekaligus sebagai media promosi untuk menarik wisatawan. Hasil dari kegiatan pemberdayaan desa ini adalah adanya branding desa yang menarik yang terdiri dari pembuatan buku profil kalurahan, desain logo, dan video profil kalurahan. Kata kunci: Branding Desa, Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat Abstract Community service activities in Banyurejo Village Tempel are carried out by making village branding for tourism promotion activities. Banyurejo village has a variety of tourism potential and historical values that are unique to the village. However, Banyurejo village is still facing some problems which caused by the absence of village branding for tourism promotion activities. The method used is to conduct empowerment activities through the creation of village branding that is spread through social media platforms by directly involving students of the University of Muhammadiyah Yogyakarta. Village branding is considered to be important to strengthen the image of the village as a tourist village as well as a promotional medium to attract tourists. The result of this village empowerment activity is the existence of attractive village branding consisting of the creation of kalurahan profile books, logo designs, and kalurahan profile videos. Keywords: Social Empowerment, Tourism Village, Village Branding 1. PENDAHULUAN Di era digital saat ini, pesatnya perkembangan teknologi memunculkan berbagai terobosan inovasi baru di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan menuntut adanya digitalisasi dalam segala sektor. Pada level pemerintahan desa, digitalisasi ini membentuk sebuah konsep desa digital dimana desa dapat terkoneksi dengan fasilitas internet untuk mempercepat dan memperluas arus penyebaran informasi sekaligus membantu meningkatkan produktivitas masyarakat desa tersebut (Suyatna, 2019). Hal ini diperkuat dalam landasan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan didukung oleh Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Strategi Pengembangan Desa Digital yang mengamanatkan Desa untuk membangun Sistem Informasi Desa (SID) (Eprilianto et al., 2020). SID merupakan suatu aplikasi elektronik dengan memanfaatkan koneksi internet untuk mengelola berbagai informasi desa, seperti perencanaan, administrasi kependudukan, pelaporan aspirasi maupun keluhan, pemberian layanan publik, pengelolaan aset, serta sebagai wahana komunikasi pemerintah kepada masyarakat untuk penyebaran informasi (Nurjanah &