Prosiding Seminar Nasional Insinyur Professional (SNIP) IV Seminar Nasional Insinyur Professional (SNIP) Alamat Prosiding: snip.eng.unila.ac.id Penyusunan Penilaian Kinerja dan AKNOP Irigasi Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung Tahun 2022 P. Tri Andika 1 , Muh. Sarkowi 2 , N. Haerudin . 1 Jurusan Teknik Sipil, Universitas Lampung, Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro, Bandar Lampung 35145 INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Riwayat artikel: Diterima : 6 Maret Direvisi : 21 Maret 2023 Diterbitkan: 12 April 2023 Irigasi rawa adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembangunan air melalui jaringan irigasi rawa pada Kawasan budidaya pertanian. Irigasi rawa dapat perfungsi dengan baik jika dilakukannya Operasi dan Pemeliharaan yang baik dan benar. Dimana Operasi dan Pemeliharaan ini didasarkan atas kebutuhan faktual yang dapat meningkatkan fungsi sarana dan prasarana irigasi tersebut. Penilaian kinerja dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) adalah kegiatan dimana untuk mengetahui Indeks kinerja dan Biaya Operasi dan Pemeliharaan yang diperlukan. Oleh karena itu kegiatan Penilaian Kinerja dan AKNOP Perlu dilakukan untuk mengetahui indeks kinerja, Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Salah Satu Irigasi yang ada diprovinsi lampung yang memiliki peranan penting dalam pertanian adalah Irigasi Rawa Jitu di Kabupaten Tulang Bawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder. pengambilan data primer adalah dengan melakukan Inventarisasi Lapangan dan melakukan Penilaian Kinerja dari masing-masing prasarana jaringan tersebut. Sedangkan Data Sekunder diperoleh dari studi terdahulu terkait Irigasi Rawa Jitu yang berfungsi sebagai acuan data sebelum pengambilan data primer. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa Indeks Kinerja Irigasi Rawa Jitu Sebesar 67.84 yang artinya perlu adanya tindak lanjut pemeliharaan rutin dan berkala. Dan untuk biaya Operasi dan Pemeliharaan nya adalah Biaya Operasi Sebesar Rp. 77.700.000, Biaya Pemeliharaan Rutin 2.084.037.572 dan Pemeliharaan Berkala 499.026.718. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Irigasi Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang masih dalam kondisi Cukup Baik dan Perlu tindak lanjut untuk dilakukan Pemeliharaan Rutin dan Berkala. Kata kunci: Penilaian Kinerja AKNOP Rawa Jitu Indeks 1. Pendahuluan Salah satu pemanfaatan sumber daya air adalah pemanfaatan air untuk kegiatan irigasi dengan tujuan peningkatan ketahanan pangan dimana ketahanan pangan merupakan salah satu target tujuan pembangunan berkelanjutan yang harus dicapai pada tahun 2030 (Asmorowati, 2021). Dalam jaringan irigasi terdapat bangunan dan saluran yang sudah dibuat oleh pemerintah harus diperhatikan dan ditinjau secara rutin dalam periode waktu tertentu agar mencegah terjadinya kerusakan yang dapat menganggu produktivitas pertanian. Dalam rangka pengelolaan jaringan irigasi secara efektif, efisien dan berkelanjutan serta guna meningkatkan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat (Rizaldy et al., 2021). Menurut Soekrasno (2019), kerusakan irigasi di Indonesia sampai tahun 2008 mencapai 22,5% yang disebabkan oleh gangguan alam serta lemahnya oeprasi dan pemeliharaan. Daerah Irigasi Rawa Rawajitu merupakan salah satu rawa yang telah dikembangkan sejak tahun 1978 melalui pembangunan tahap pertama dengan sumber air baku dari 3 sungai utama yaitu Sungai Mesuji di sebelah Utara dan Sungai Tulang Bawang dan Sungai Pidada di sebelah Selatan. Sebagai petani yang umumnya mempunyai basis bertanam padi, mereka berupaya mengembangkan kawasan lahan rawa untuk bisa ditanami padi, namun sering gagal karena buruknya drainase di areal tersebut. Hanya saat musim kemarau saja mereka berhasil menggarap lahan rawa tersebut dengan menanam padi. Wilayah yang bisa digarap saat kemarau itupun berada pada lahan yang rendah/low land yang air tanahnya masih memadai untuk ditanami padi. Pada lahan yang tinggi/upper land saat kemarau lahannya sulit ditanami padi karena air tanahnya tidak mencukupi untuk kebutuhan perakaran tanaman padi. Wilayah low land dan upper land saat musim hujan juga masih mengalami kendala genangan air akibat buruknya sistem drainase, terutama kondisi pintu-pintu air utama yang tidak berfungsi. Dalam perjalanan waktu pula sebagian besar wilayah hulu banyak yang berubah menjadi areal kebun rakyat seperti karet, sawit, akasia. Pada blok-blok yang sudah ditanami padi, juga masih terdapat kendala dalam perawatan tanaman padi akibat perkembangan gulma yang masih cukup besar karena layanan jaringan tata air yang kurang memadai. Potensi lahan yang masih cukup besar untuk dapat ditanami tanaman pangan tersebut harus diupayakan untuk diatur kembali sistem tata air yang memadai dan mudah dioperasikan.Upaya meningkatkan fungsi lahan Rawa Rawajitu adalah melakukan evaluasi kondisi, fungsi dan peningkatan potensi pendayagunaan lahan Rawa Rawajitu dengan cara merehabilitasi/meningkatkan jaringan tata air dan bangunan air yang sudah ada sesuai dengan kebutuhan tata guna lahan dan budidaya pertanian yang berkembang di lokasi Rawa Rawajitu tersebut. Upaya rehabilitasi dan intensifikasi penggunaan lahan