The 10 th University Research Colloqium 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong 436 Penerapan Pembuatan MP-ASI Homemade No Gulgar untuk Meningkatkan Keterampilan Ibu dalam Pemberian Makanan pada Anak Usia 6-12 Bulan Dewi Retno Asih 1* , Juni Sofiana 2 1,2 Prodi DIII Kebidanan, STIKES Muhammadiyah Gombong *Email: retnoasihdewi2@gmail.com Abstrak Keywords: Keterampilan, MP-ASI, no gulgar Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai diperkenalkan kepada bayi setelah berumur 6 bulan. Pemberian MP ASI yang tidak tepat bukan hanya mengganggu asupan gizi yang seharusnya didapat bayi tetapi juga mengganggu pencernaan bayi. Perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI, baik dari segi ketepatan waktu, jenis makanan, maupun jumlah makanan ditentukan oleh pengetahuan ibu terhadap MP ASI. Upaya peningkatan pengetahuan ibu melalui kegiatan penyuluhan sangat diperlukan guna mencegah ibu melakukan kesalah dalam memperkenalkan makanan untuk anaknya. Tujuan penelitian ini melakukan penerapan pembuatan makanan pendamping asi homemade no gulgar untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-12 bulan di PMB Hariyati, Adimulyo, Kebumen. Peneliti menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Penerapan ini melibatkan 5 partisipan sebagai studi kasus. Tempat penelitian di PMB Hariyati, Adimulyo, Kebumen. Hasil studi kasus menunjukkan sebelum diberikan pelatihan tentang makanan pendamping ASI homemade no gulgar, seluruh partisipan melakukan pemberian MP ASI tidak sesuai usia dan porsi pemberian. Sesudah diberikan pelatihan tentang makanan pendamping ASI homemade no gulgar, seluruh partisipan melakukan pemberian MP ASI sesuai usia dan porsi pemberian. Penerapan pembuatan makanan pendamping ASI homemade no gulgar efektif menaikkan berat badan pada anak usia 6-12 bulan, seluruh partisipan anaknya mengalami kenaikan berat badan pada rentang 0,05-0,1 kg. Penerapan pembuatan makanan pendamping asi homemade no gulgar untuk efektif meningkatkan keterampilan ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-12 bulan di PMB Hariyati, Adimulyo, Kebumen 1. Pendahuluan Data World Health Organization (WHO), menyebutkan terdapat 51% angka kematian anak balita. Lebih dari separuh kematian tersebut erat hubungannya dengan masalah gizi. Oleh karena itu prioritas utama penanganan utama adalah memperbaiki pemberian makan kepada bayi dan anak serta perbaikan gizi ibunya (Sakti, 2013). Rentang tahun 2012 2018 di Indonesia angka gizi kurang mencapai 19,6 persen, terdiri dari 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang (Riskesdas, 2018). Hasil capaian indikator makro tahun 2018 Jawa Tengah, terdapat 936