Jurnal Kebijakan Publik, Vol.14, No.1, 2023 63 https://jkp.ejournal.unri.ac.id p-ISSN 1978-0680, e-ISSN 2655-5204 https://jkp.ejournal.unri.ac.id NETWORK GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN NETWORK GOVERNANCE IN THE IMPLEMENTATION OF FOOD SECURITY POLICY Dimas Agustian, 1* Marthen Patiung, 2 Yoakim Rembu, 3 Muhammad Nur, 4 Samsul Ode, 5 Surya Yudha Regif 6 1,2,3,4,6 Universitas Timor, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur 5 Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Sunter Permai Raya, DKI Jakarta *Koresponden email: dimas.agustian.adm@unimor.ac.id ABSTRAK Governance network mampu membantu pihak pemerintah untuk mengatasi keterbatasan sumber daya yang dimiliki salah satunya kebijakan ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini yakni mengalisis governance network dalam jaringan implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara yang mana dalam proses pelaksanaanya terjadi interaksi antar banyak aktor dalam jaringan kebijakan ketahapan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis social network theory (Klijn & Kopenjan) yang melihat struktur dalam jaringan implementasi kebijakannya yakni aspek kontak, kepercayaan, sharing informasi, pertukaran sumber daya. Hasil penelitian bahwa implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara melalui jaringan governance network bahwa permasalahan pangan dapat dideteksi secara cepat berdasarkan cakupan wilayah. Kesimpulan bahwa dalam jaringan implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara berdasarkan aspek kontak yaitu menetapkan organisasi dan tata kerja, kepercayaan yaitu Dinas Pertanian Membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah bidang pertanian. Sharing informasi yaitu adanya Penetapan Tim Kerja FSVA Kabupaten Timor Tengah Utara. Pertukaran sumber daya yaitu pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan. Kata kunci: Governance Network, Jaringan Kebijakan Ketahanan Pangan ABSTRACT The governance network is able to assist the government to overcome its limited resources which one of it is the food security policies. The purpose of this study is to analyze the governance network in the implementation system of food security policy in North Central Timor, where there is an interaction between many stakeholders in the implementation process of the food security policy system. This study uses an analytical approach of social network theory (Klijn & Kopenjan) which focus on the structure of the policy implementation system, namely the aspects of contact, trust, information sharing, and resource exchange. The study results of the implementation of food security policies in North Central Timor through the governance network denote that the food problems can be detected rapidly based on the regional coverage. It concludes that the stakeholders are expected to be able to perform their roles well in the implementation system of food security policies in North Central Timor, based on the Social Network Theory, As the contact aspect, in establishing the organization and working procedures of local government Agencies (SKPD) in agriculture; trust, as the department of agriculture and food security assist the regent in the implementation of local government affairs in the agricultural sector; sharing information, in establishing an accountable FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas) working team of North Central Timor; exchange of resources, in the implementation of tasks, functions and authorities of the Department of agriculture and food security, and the stakeholders related to food security policies in North Central timor. Keywords: governance network; policy network; food security. PENDAHULUAN Pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan na- sional salah satunya dapat dipenuhi ketika sektor pertanian unggul. Sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan utama yang harus dikem- bangkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini di- dasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, Indonesia memiliki potensi alam yang dapat dikem- bangkan sebagai lahan pertanian, Kedua, sebagaian besar penduduk tinggal di pedesaan yang mata pencahariannya di sektor pertanian. Ketiga, perlu- nya induksi teknologi tinggi dan ilmu pengetahuan yang dirancang untuk mengembangkan pertanian tanpa mengakibatkan kerusakan. Keempat, tersedia- nya tenaga kerja sektor pertanian yang cukup me- limpah. Kelima, ancaman kekurangan bahan pangan yang dapat dipenuhi sendiri dari produk dalam ne- geri sehingga tidak harus tergantung pada produk- produk pertanian luar negeri yang suatu ketika harganya menjadi mahal. Ketahanan pangan sebagai isu global yang sangat berpengaruh kepada semua lini kehidupan. Ancaman kerawanan pangan merupakan ancaman