Slope Mass Rating dan Stabilitas Lereng Batupasir Formasi Balangbaru… : 35 - 41 Jurnal GEOSAPTA Vol. 7 No.1 Januari 2021 35 SLOPE MASS RATING DAN STABILITAS LERENG BATUPASIR FORMASI BALANGBARU DUSUN PALUDDA DESA PATAPPA KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU Haslan 1 , Djamaluddin 2 , Habibie Anwar 3 , Abd. Salam Munir 4 1,3,4 Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia 2 Departemen Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin e-mail: * 1 haslansnd093@gmail.com, 2 djamal56@gmail.com, 3 hbbnwr@umi.ac.id, 4 Salammunir@umi.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kualitas batuan daerah penelitian berdasarkan klasifikasi Rock Mass Rating dari data yang ada di lapangan dan hasil pengujian laboratorium; (2) Menentukan jenis dan arah longsoran pada lereng berdasarkan proyeksi stereografis dari data scanline yang dilakukan di lokasi penelitian; (3) Menganalisis kondisi lereng berdasarkan klasifikasi Slope Mass Rating dari data Rock Mass Rating serta arah dan jenis longsoran; (4) Menentukan stabilitas lereng batupasir. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada pembaca tentang kualitas batuan berdasarkan klasifikasi Rock Mass Rating, penentuan arah dan jenis longsoran berdasarkan proyeksi stereografis, analisis Slope Mass Rating, serta serta penetuan stabilitas lereng batupasir. Penelitian ini pula dapat memberikan kontribusi referensi dalam bidang geoteknik serta hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dan pertimbangan bagi penelitian sejenis untuk selanjutnya. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah profiling yaitu mengukur geometri lereng; scan-line yaitu mengukur orientasi bidang diskontinuitas pada permukaan yang dianggap mewakili orientasi bidang bidang diskontinu secara keseluruhan; dan preparasi sampel batuan yang didapatkan dari lapangan akan dipotong sesuai dengan ukuran pengujian. Menentukan pembobotan Slope Mass Rating dibutuhkan klasifikasi batuan dengan menggunakan Rock Mass Rating, penentuan stabilitas lereng menggunakan software slide V6.0. Hasil penelitian menujukkan bahwa bobot total massa batuan pasir yang didapatkan menggunakaan pembobotan Rock Mass Rating adalah 46, berada pada kelas III dengan deskripsi batuan sedang. Terdapat dua potensi tipe longsoran berdasarkan hasil analisis proyeksi stereografis yaitu potensi longsoran baji dengan arah longsoran yaitu N30 o E dan longsoran guling dengan arah longsoran N48 o E. Bobot total massa yang didapatkan menggunakan pembobotan Slope Mass Rating untuk potensi longsoran baji yaitu 37 yang berada pada kelas II dan pada potensi longsoran guling yaitu 56,8 yang berada pada kelas III. Untuk stabilitas lereng memiliki nilai faktor keamanan 0,647 yang menunjukkan bahwa lereng tersebut tidak stabil. Kata kunci: kestabilan lereng, klasifikasi massa batuan, RQD, RMR, SMR PENDAHULUAN Lereng merupakan suatu bidang di permukaan bumi yang menghubungkan permukaan tanah yang lebih tinggi dan permukaan tanah yang lebih rendah dan membentuk sudut kemiringan tertentu dengan bidang horizontal. Lereng dapat berbentuk secara alami maupun buatan manusia. Lereng yang tidak stabil akan mengalami longsoran sampai lereng tersebut menemukan keseimbangan yang baru dan menjadi stabil. Tingkat kemiringan lereng bisa dilihat dari kontur tanahnya. Tingkat kemiringan lereng harus dipantau agar ketika terjadi pergerakan dan berpotensi terjadinya longsor bisa langsung diketahui [1]. Kestabilan suatu lereng tergantung pada besarnya gaya penahan dan gaya penggerak yang terdapat pada suatu bidang gelincir. Gaya penahan merupakan gaya yang menahan terjadinya suatu longsoran, sedangkan gaya penggerak merupakan gaya yang menyebabkan terjadinya suatu longsoran. Kestabilan lereng dinyatakan dengan nilai faktor keamanan (FK) yang merupakan perbandingan antara gaya penahan dan gaya penggerak. Apabila gaya penggerak lebih besar daripada gaya penahannya maka lereng akan mengalami kelongsoran [4]. Klasifikasi Slope Mass Rating (SMR) adalah perkembangan sistem Rock Mass Rating (RMR) dari Bieniawski yang telah dikenal dunia dan diterapkan oleh banyak teknisi sebagai alat sistematik untuk menggambarkan kondisi massa batuan. Slope Mass Rating sangat berguna sebagai alat untuk penilaian awal stabilitas lereng. Slope Mass Rating memberikan beberapa aturan sederhana tentang mode ketidakstabilan dan langkah- langkah dukungan yang diperlukan. Sistem Slope Mass Rating menyediakan faktor penyesuaian, panduan lapangan dan rekomendasi tentang metode dukungan yang memungkinkan penggunaan sistematis klasifikasi geomekanik untuk lereng [3]. METODOLOGI Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan awal dilakukan untuk mendapatkan informasi dan gambaran mengenai slope mass rating dan orientasi lapangan. Pada tahap kedua dilakukan pengambilan sampel dan data di lapangan, tahap ketiga dilakukan pengolahan data dengan mengunakan rock mass rating (RMR), proyeksi stereografis, slope mass rating, dan penentuan stabilitas lereng, dan tahap ke empat dilakukan penulisan laporan. Tahap Pengambilan Sampel dan Pengumpulan Data Pada tahapan pengambilan sampel, tiga jenis sampel batupasir yaitu batuan yang berada di puncak lereng, batuan yang berada di tengah lereng, dan batuan yang berada di kaki lereng yang dimana sampel batupasir berasal dari Dusun Paludda, Desa Patappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pengambilan sampel batupasir dilakukan dengan cara rondom sampling. Tahapan pengumpulan data adalah tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan untuk melakukan analisis yang terdiri dari data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan untuk mendapatkan data yang berhubungan langsung dengan