JOURNAL OF ISLAMIC NURSING Volume 5 Nomor 2 Desember 2020 127 PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI JAHE TERHADAP PENURUNAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Wirda 1) , Ernawati 2 , Dina Oktaviana 3 , Suardi 4 , Nofia 5 1 ,2,3,4,5 S1 Keperawatan, STIKES Tanawali Takalar Email 1 : wirdaa8@gmail.com Email 2 : ns_erna@yahoo.com Email 3 : dinaokta@yahoo.co.id Email 4 : suardiners@gmail.com Email 5 : nofiastikes@gmail.com Abstrack According to WHO, hyperemesis gravidarum occurs worldwide with an incidence rate of 12.5% of all pregnancies. The incidence of hyperemesis gravidarum in Indonesia is 1-3% of all pregnancies. The Ministry of Health (2015) explains that more than 80% of pregnant women in Indonesia experience excessive nausea and vomiting, which can cause pregnant women to avoid avoiding certain types of food and will pose risks to themselves and the fetus they are carrying. Purpose: to determine the effect of ginger aroma therapy on reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester. : This study used a Quasy experimental one-group pretest-posttets design using purposive sampling with a sample of 10 people, data collection was carried out through interviews with assessment through the observation sheet pre and post frequency of nausea and vomiting. Based on the results of the study using the Wilcoxon test showed that there was an effect of the use of ginger Aroma therapy on reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester with a value of p = 0.041 <α 0.05. This shows that statistically there is an effect of giving ginger aroma therapy on reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester of the Work Area of the Mangarabombang Public Health Center, Takalar Regency 2020. Keywords: (Ginger aromatherapy, Emesis gravidarum, frequency of nausea and vomiting, pregnant women) 1. PENDAHULUAN Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. yang berlangsung selama 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) yang dibagi kedalam tiga tahap yakni trimester pertama yang dimulai 0-14 minggu, trimester kedua mulai 14-28 minggu dan trimester 3 dimulai 28-42 minggu (Yuli, 2017). Dalam Chapman & Durham, (2010) dijelaskan bahwa salah satu adaptasi fisologis yang sering terjadi pada ibu hamil trimester I adalah pada system gastrointestinal yaitu terjadi Peningkatan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dan perubahan metabolism karbohidrat dapat menyebabkan mual muntah. Menurut WHO Hiperemesis gravidarum terjadi diseluruh dunia dengan angka kejadian mencapai 12,5 % dari seluruh kehamilan. Angka kejadian hiperemesis gravidarum di Indonesia 1- 3 % dari seluruh kehamilan. Kementrian Kesehatan (2015) menjelaskan bahwa lebih dari 80% ibu hamil di Indonesia mengalami mual muntah yang berlebihan, yang dapat menyebabkan ibu hamil menghindari menghindari jenis makanan tertentu dan akan menyebabkan risiko bagi dirinya maupun janin yang sedang dikandungnya (Oktavia,2016). Angka kejadian di Kabupaten Takalar 2015 menurut seksi kesehatan keluarga dinkes Prov. Sulsel terdapat 6.250 jiwa ibu hamil. Beberapa penelitian mengenal akan dampak mual muntah yang terjadi