Jurnal Riset Pendidikan MIPA, 3(2): 94-100, December 2019 ISSN 2549-0192 (e) | 2549-0184 (p) http://new.jurnal.untad.ac.id/index.php/jrpm/ 94 The Characterization of Beta Chain Fibrinogen (FGB) Gene From Maleo (Macrocephalon Maleo S. Muller 1846) Tuva Village Gumbasa Sub-District Sigi Regency Central Sulawesi *Zakiah Zulfitri Syam, I Made Budiarsa, & Astija Pendidikan Sains Program Magister/Pascasarjana – Universitas Tadulako, Palu – Indonesia 94119 Email corresponding author: zakiahsyam@gmail.com Article History Abstract Received 05 September 2019 The FGB gene is a gene that plays a role in synthesizing b-fibrinogen proteins and is often used as a molecular marker because it is useful for studying bird phylogenetics. The purpose of this study was to describe the character sequences of the FGB gene in Maleo birds (Macrocephalon maleo S. Muller 1864). This study uses laboratory exploratory methods. Alignment is done using the MEGA6 program (Clustal W). Phylogeny trees are constructed based on the Neighbor-Joining algorithm and the Juke-Cantor evolution model of the MEGA6 program. The sample in this study was 0.3 ml of blood from Maleo birds and members of the Megapodiidae group species used as a comparison. The results of this study indicate the length of the FGB 576 bp sequence and was identified with a base composition of 32.2% A, 30.4% T, 17.0% C and 20.3% G. Nucleotide composition of the sequence of Adenine-rich FGB genes. Analysis of the FGB gene sequence phylogeny tree produced a tree topology that was quite good and had the power to split at the interspecies level and place the maleo bird in its own line compared to other Megapoda genera. Revised 09 October 2019 Accepted 29 November 2019 Keywords: Characterization, maleo, Macrocephalon, FGB gene doi: 10.22487/j25490192.2019.v3.i2.pp.94-100 Pendahuluan1 Daratan Sulawesi memegang peranan penting dalam sejarah alam karena merupakan pulau terbesar di kawasan Wallacea (Suroyo, 2011). Sebagai pulau terbesar, Sulawesi dipandang dapat mewakili keanekaragaman hayati sehingga menjadi kawasan penting dalam berbagai penelitian biogeografi dan kepentingan konservasi biologi karena tingkat endemisitas spesiesnya yang tinggi terutama spesies burung (Sumarto & Tallei, 2010). Coates (2000) melaporkan bahwa 244 jenis burung penetap yang ditemukan di pulau Sulawesi ada 41 jenis burung endemik. Salah satu burung endemik dan terkenal di Sulawesi adalah burung Maleo (Macrochepalon maleo). Burung maleo merupakan salah satu burung endemik yang jumlah populasinya mengalami penurunan yang tajam sehingga tindakan penyelamatan perlu dilakukan (Sugianto, 2010). Hilangnya habitat alami disebabkan karena kegiatan penebangan hutan (logging), perburuan telur dan dagingnya serta faktor predator alami turut mempengaruhi keberadaan spesies ini (Ahmad, 2014). Sehubungan dengan masalah tersebut perlu Published by Universitas Tadulako. Author(s) retain the copyright of this article. dilakukan tindakan untuk membantu melestarikan populasi burung Maleo melalui konservasi baik secara in situ maupun ex situ (Yuriadi, 2009). Dalam upaya konservasi burung Maleo secara in situ dibutukan informasi genetik karena informasi tersebut memiliki kontribusi penting dalam taksonomi dan kegiatan konservasi (Supriatna dkk, 2008). Informasi data genetik suatu spesies dapat dijadikan landasan untuk tujuan konservasi dimasa mendatang berupa database genetik yang dapat dijadikan sebagai pedoman konservasi (Budiarsa, 2013). Pemahaman dan informasi karakter genetik burung tersebut di alam melalui serangkaian kegiatan penelitian adalah salah satu bentuk dukungan upaya konservasi burung Maleo. Hasil penelitian dan kajian tersebut selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan dan pengembangan penangkaran burung oleh pihak-pihak yang berkompeten, berguna untuk identifikasi spesies, analisis distribusi genetik, evaluasi hubungan habitat, pemantauan perubahan variabilitas genetik dan investigasi kemungkinan respon adaptasi terhadap perubahan iklim (Hamid, dkk., 2016). Informasi karakter dari This article is published under the terms of the Creative Commons Attribution License 4.0.