IJPSS: Indonesian Journal of Peace and Security Studies e-ISSN 2614-672X Vol. 4 No 1. Page 82-99, January - June 2022 p-ISSN 2528-7559 82 Respon Pemerintah Tiongkok Terhadap Penyebaran Sistem Pertahanan Anti-Rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Amerika Serikat di Korea Selatan Choirul Fahmi Akbar 1 , Ismah Rustam 1 1 Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram, NTB, Indonesia 1 Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram, NTB, Indonesia Fahmiakbar.c@gmail.com ABSTRACT The United States of America has developed an anti-missile defense system that can prevent air- based military threats, thus avoiding a potential nuclear war. This system also applies to US- backed countries with a greater risk of nuclear war, including South Korea. In South Korea, the US has deployed an anti-missile defense system called Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), in response to North Korea's threat. This deployment has invited responses from other major power including China. This research aims to investigate the PRC government’s responses. Using a descriptive qualitative method, this research has found that the US deployment of THAAD has rendered China to implement a balancing strategy by increasing its military capabilities and conducting military cooperation with other countries to prevent the influence of US forces in the East Asia Region. Keywords: Balance of Threat, Balancing Strategy, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ABSTRAK Amerika Serikat telah mengembangkan sistem pertahanan antirudal yang dapat mencegah ancaman militer berbasis udara, sehingga menghindari potensi perang nuklir. Sistem ini juga berlaku di negara-negara dukungan AS yang memiliki risiko perang nuklir lebih besar, termasuk Korea Selatan. Di Korea Selatan, AS telah mengerahkan sistem pertahanan antirudal yang disebut Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), sebagai tanggapan atas ancaman Korea Utara. Penyebaran ini telah mengundang tanggapan dari kekuatan besar lainnya termasuk Tiongkok. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tanggapan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa penyebaran THAAD oleh AS telah membuat Tiongkok menerapkan strategi penyeimbang dengan meningkatkan kemampuan militernya dan melakukan kerja sama militer dengan negara lain untuk mencegah pengaruh pasukan AS di Kawasan Asia Timur. Kata Kunci: Keseimbangan Ancaman, Strategi Perimbangan, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). PENDAHULUAN Amerika Serikat (AS) memiliki teknologi keamanan yang cukup besar pengaruhnya di Kawasan Asia Timur khususnya di Semenanjung Korea. Perseteruan di Kawasan Semenanjung Korea ini sedang hangat diperbincangkan di kancah internasional karena adanya intervensi dari beberapa negara yaitu Tiongkok, Rusia, dan AS. Semenanjung Korea merupakan daerah yang saat ini sedang mengalami konflik yang berkepanjangan. AS yang merupakan negara super power hingga saat ini menjadi negara yang memiliki pengaruh yang cukup besar di Kawasan Semenanjung Korea