JCOSE (Jurnal Bimbingan Dan Konseling) ISSN 2622-6057 (Media cetak) Vol. 5, No. 1, Oktober 2022 e-ISSN 2657-070X (Media online) 43 Meningkatkan Kemandirian Belajar Melalui Konseling Behavior dengan Teknik Cognitive Restructuring Ika Nur Zulaikha, Aldila Fitri Radite Nur Maynawati, Awik Hidayati Universitas Veteran Bangun Nusantara Abstrak Kemandirian dalam belajar biasanya belum dimiliki oleh siswa dan menjadi permasalahan yang sering diabaikan. Sehingga siswa untuk memenuhi kriteria mandiri dalam belajar perlu mendapat perlakuan khusus dari tenaga pendidik, serta konselor untuk membantu menangani siswa yang memiliki kemandirian belajar yang rendah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui penerapan konseling behavior dengan teknik cognitive restructuring pada siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Sultan Agung Tirtomoyo. Penelitian ini mengunakan metode PTBK dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Sultan Agung Tirtomoyo yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumus percentage correction. Indikator keberhasilan dari penelitian ini bila didapat rata-rata presentase mencapai 75%. Hasil observasi pra siklus menunjukan kemandirian belajar siswa masih dikategorikan rendah dengan rata rata nilai 48,8%. Setelah tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan dengan rata rata nilai menjadi 71,5%. Selanjutnya tindakan pada siklus II ratarata nilai menjadi 86,3%, sehingga telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan konseling behavior dengan teknik cognitive restructuring dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Sultan Agung Tirtomoyo. Kata kunci: kemandirian belajar, konseling behavior, cognitive restructuring Abstract Self-regulated learning has not been possessed by many students and is a problem that is often ignored. So that special attention and handling are needed from educators, as well as counselors to help deal with students who have low learning independence. Tirtomoyo. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method with a quantitative approach. The subjects of this study were 10 students of class X Accounting 1 SMK Sultan Agung Tirtomoyo who were taken using purposive sampling technique. This research was conducted in 2 cycles with 2 meetings. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis used descriptive statistics with the percentage correction formula. The success indicator of this research is if the average percentage reaches 75%. The results of pre-cycle observations showed that students' self-regulated learning was still categorized as low with an average value of 48.8%. After the action in the first cycle, there was an increase with an average value of 71.5%. Furthermore, the action in the second cycle the average value becomes 86.3%, so that it has reached the specified success indicator. Based on this, it can be concluded that through the application of behavioral counseling with cognitive restructuring techniques, it can increase the self-regulated learning of students in class X Accounting 1 SMK Sultan Agung Tirtomoyo . Key: self regulated learning, counseling behavior, cognitive restructuring