https://abdi.ppj.unp.ac.id/index.php/abdi
Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Volume 4 Nomor 1 2022, pp 53-59
ISSN: 2684-8570 (Online) – 2656-369X (Print)
DOI: https://doi.org/10.24036/abdi.v4i1.167
Received: September 7; Revised: March 16, 2022; Accepted: March 17, 2022
53
Capaian Hasil Inovasi Produk dan Digital Marketing Usaha
Rengginang di Rowoindah – Jember
Putri Fitria Soleha
1*
, Agus Supriono
2
1,2
Universitas Jember
*Corresponding author, e-mail: putrifitria810@gmail.com.
Abstract
The Covid-19 pandemic that has entered Indonesia has had a negative impact on the community's
economic sector. The economic sectors affected by this pandemic are generally small and medium-
sized businesses that have experienced a decline in sales turnover. In an effort to deal with and
survive in the Covid-19 pandemic situation, business actors are required to innovate and be creative
in selling their business products. The rengginang business actor in Rowoindah village, Jember is
one of the businesses affected by Covid-19 and has experienced a decline in sales turnover.
Therefore, in this activity, assistance will be provided to help Rengginang business actors survive
and develop through product innovation training into various flavors and sales through digital
marketing. After the activity was carried out, the Rengginang business actors felt a positive impact
for their future business development.
Keywords: Covid-19 pandemic; Digital Marketing; Innovation; Mentoring; Rengginang.
How to Cite: Soleha, P.F., & Supriono, A. (2022). Capaian Hasil Inovasi Produk dan Digital
Marketing Usaha Rengginang di Rowoindah – Jember. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan
Masyarakat, 4(1), 53-59.
This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution,
and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited under the same license as the original. ©2022 by author.
Pendahuluan
Desa Rowoindah adalah salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Jember – Provinsi Jawa Timur.
Desa ini tepatnya berada di dalam lingkup wilayah administratif Kecamatan Ajung. Luas wilayahnya
mencapai 3,18 Km2, dengan jumlah penduduk sebanyak 5.130 jiwa (BPS,2019), dan jumlah rumah tangga
sebanyak 1.473 rumah tangga. Desa Rowoindah memiliki 2 (dua) dusun, yaitu dusun: (1) Langsepan (terdiri
atas 17 RT dan 4 RW) dan (2) Rowo (terdiri atas 21 RT dan 4 RW). Pada wilayah Desa Rowoindah terdapat
juga pabrik-pabrik pengolahan hasil pertanian, seperti pabrik benih jagung, pabrik cerutu dan gudang
tembakau.
Sebagian terbesar mata pencaharian masyarakat di Desa Rowoindah adalah sebagai petani, jenis
komoditas pertanian ini meliputi tembakau, jagung dan padi. Kemudian dengan adanya pabrik masyarakat
Desa Rowoindah banyak yang berkerja menjadi buruh pabrik. Namun tidak sedikit penduduk yang
menekuni pekerjaan dan/atau mengembangkan usaha di bidang perdagangan dan/atau jasa sebagai sumber
mata pencahariannya. Diantaranya adalah usaha: (a) camilan (kue basah dan kering), (b) warung, (c)
pertokoan (toko bangunan, toko pakaian), (d) gym dan (e) salon.
Khusus untuk usaha camilan sendiri, memiliki banyak variasi baik dari bahan baku yang berbeda,
rasa, tekstur maupun harga. Hal ini mengakibatkan tingginya persaingan antar camilan di pasaran sehingga
para pelaku usaha camilan harus memiliki keunikan pada produknya agar
menarik minat pembeli. Salah satu usaha camilan di Desa Rowoindah yaitu usaha rumah tangga
pembuatan rengginang. Adapun sistem pemasaran produk rengginang yang dilakukan oleh pelaku usaha
masih bersifat konversional (menitipkan prroduk ke warung-warung sekitar) atau para pelaku usaha belum
mengenal sistem pemasaran online (digital marketing).
Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha rengginang di Desa Rowoindah ini yaitu sistem
pemasaran produknya yang masih bersifat konvensional dan inovasi berdaya saing untuk membuat produk
lebih diminati dan dipercaya oleh konsumen. Selama masa Pendemi Covid-19 ini, dirasakan oleh pelaku
usaha rengginang di Desa Rowoindah ini omset penjualannya menurun dan kegiatan produksi sempat
terhenti oleh kondisi kesehatan.