DIMENSI KOSMOLOGIS GEDUNG PUSAT (BALAIRUNG) UNIVERSITAS GADJAH MADA Hastangka Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Email: hastangka@gmail.com Abstrak Artikel ini membahas tentang dimensi kosmologi Gedung Pusat UGM untuk mengeksplorasi konsep ruang kosmologis dalam arsitekturnya, bagaimana makna ruang tersebut terbentuk, serta bagaimana pembagian ruang secara horizontal dan vertikal membentuk struktur kosmologis. Hasil kajian ini mene- mukan bahwa dimensi “ruang” kosmologis pada Gedung Pusat UGM terdiri dari simbol-simbol yang merepresentasikan harmoni dan keseimbangan antara alam, manusia dan Tuhan. Gedung Pusat UGM dibangun berdasarkan konsep “ruang” abstrak dan simbolis. Ruang abstrak dimaknai sebagai kontekstualisa- si atas nilai-nilai keharmonisan antara manusia dan alam. Sedangkan ruang simbolis dimaknai sebagai kontekstualisasi konsep filosofis sumbu imajiner antara konsep Hindu-Budha dan Jawa. Relasi antara religi dan budaya agama Hindu-Budha dan Jawa telah berkembang dan berpengaruh pada pembangun- an gedung tersebut. Arsitektur gedung pusat UGM memiliki dimensi ruang makrokosmos dan mikrokosmos. Kata kunci: kosmologi, arsitektur, Gedung Pusat UGM, sumbu imajiner. Abstract This article discusses the cosmological dimension of Universitas Gadjah Ma- da's Central Building (UCB) to explore the cosmological space in its architec- ture, how meaning of the space is constructed, and how the vertical and hori- zontal space division constructs its cosmological structure. The result of study found that the cosmological space dimension of the UCB consists of symbols which represent harmony and balance between the nature, human and God. The UCB was built based on the concept of abstract and symbolical space. The abstract space can be interpreted as a contextualization of harmonism values between human and nature. While the symbolical space can be interpreted as a contextualization of philosophical concept on imaginary line between Hindu- ism-Buddhism and Java. Relationship between religion and culture of Hindu-