Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Vol. 10 No. 1 (2021)
DOI: https://doi.org/10.19109/intelektualita.v10i1.8379
Copyright © 2021 Muhammad Izzi
p-ISSN 2303-2952; e-ISSN 2622-8491
http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intelektualita 83
Implikasi Peraturan KPU Nomor 36 Pasal 36 Tahun 2018 pada Pemilu
2019 dalam Perspektif Maqashid Syariah
Muhammad Izzi
1
1
UIN Raden Fatah Palembang, Indonesia
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang melatarbekakangi
permasalahan yang terjadi pada para anggota penyelenggara Pemilu 2019 dengan melihat dari
perspektif Maqashid Syariah terhadap implikasi Peraturan KPU Nomor 36 Pasal 36 Tahun 2018
tentang persyaratan menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan
Suara (PPS), dan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu
serentak 2019. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, metode pendekatan dalam
penelitian ini menggunakan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual
(conseptual approach). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peraturan KPU Nomor 36 Pasal 36
Tahun 2018 memiliki kemudaratan dan mafsadah, kemudian dari 5 prinsip Maqashid ad-
Dharuriyah juga tidak dapat dijaga dan dipelihara seperti Hifz ad-din (memelihara Agama), Hifdz
an-nafs (memelihara Jiwa), Hifz al-aql (memelihara akal), hifz an-nasab (memelihara keturunan),
dan Hifz al-maal (memelihara harta).
Kata Kunci: pemilu, peraturan KPU, maqashid syariah
Abstract: This study aims to analyze the factors behind the problems that occurred to the members
of the 2019 Election organizers by looking from the perspective of Maqashid Syariah on the
implications of KPU Regulation Number 36 Article 36 of 2018 concerning the requirements to
become members of the District Election Committee (PPK) and the Voting Committee ( PPS), and
members of the Voting Organizing Group (KPPS) in the 2019 simultaneous elections. This research
uses normative legal research, the approach method in this study uses a case approach and a
conceptual approach. This study concludes that KPU Regulation Number 36 Article 36 of 2018 has
disadvantages and mafsadah, then from the 5 principles of Maqashid ad-Dharuriyah also cannot be
maintained and maintained such as Hifz ad-din (maintaining Religion), Hifdz an-nafs (maintaining
the soul), Hifz al-aql (maintaining reason), hifz an-nasab (maintaining offspring), and Hifz al-maal
(maintaining property).
Keywords: elections, KPU regulations, maqashid sharia
Pendahuluan
Indonesia adalah Negara Demokrasi yaitu
negara yang menganut bentuk dan sistem
pemerintahan oleh rakyat. Untuk menjalankan
demokrasi tersebut maka rakyat memiliki hak dan
kewajiban untuk memilih anggota Dewan
Corresponding Author: Muhammad Izzi (muhammadizzy15@gmail.com). UIN Raden Fatah Palembang, Indonesia
Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan
Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD), Presiden dan Wakil Presiden, yang
diselenggarakan pada Pemilihan Umum. Pemilihan
umum secara langsung oleh rakyat merupakan
sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna
brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
provided by e-Journal Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN Raden Fatah Palembang)