Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance p-ISSN : 2797-9598 | e-ISSN : 2777-0621 Vol. 3 No. 1 Januari - April 2023 Doi : 10.53363/bureau.v3i1.154 20 MONITORING PENCEGAHAN STUNTING MELALUI E-POSYANDU DI YOGYAKARTA Riskha Dora Candra Dewi 1 1 Politeknik Negeri Jember Email: riskhadora@polije.ac.id Abstrak Prevalensi balita yang mengalami stunting di Yogyakarta tahun 2019 sebesar 10,69%. Untuk mendorong penurunan angka stunting ini, pemerintah DIY memanfaatkan aplikasi posyandu elektronik (e-Posyandu) sebagai alat monitoring kesehatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan monitoring pencegahan stunting melalui e-Posyandu di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan e-Posyandu adalah alat bagi kader atau tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat khususnya ibu dan anak. Melalui e-Posyandu, orang tua juga dapat memastikan lokasi posyandu yang paling dekat, jadwal dan jenis imunisasi yang telah dilakukan agar orang tua bisa memperkirakan jadwal kunjungan posyandu selajutnya. Kata kunci: e-Posyandu, monitoring, stunting, Yogyakarta Abstract The prevalence of stunted toddlers in Yogyakarta in 2019 was 10.69%. To encourage this reduction in stunting rates, the DIY government uses the electronic posyandu application (e-Posyandu) as a tool for monitoring infant health. This study aims to describe the monitoring of stunting prevention through e- Posyandu in Yogyakarta. This study used a qualitative descriptive research design. The results of the study show that e-Posyandu is a tool for cadres or health workers to provide maximum service to the community, especially mothers and children. Through e-Posyandu, parents can also ascertain the closest posyandu location, schedule and type of immunization that has been carried out so that parents can estimate the schedule of posyandu visits next. Keywords: e-Posyandu, monitoring, stunting, Yogyakarta PENDAHULUAN Tingkat kesehatan masyarakat dapat diukur menggunakan indikator salah satunya status gizi pada balita (Anggari et al., 2020). Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia yang mempengaruhi 155 juta anak di bawah usia lima tahun (Eshete et al., 2020). Jika disejajarkan dengan batas “non public health problem” menurut WHO persoalan stunting menempati angka 20%, tentu ini menyebabkan hampir seluruh bangsa di dunia memiliki permasalahan kesehatan masyarakat (Nova & Afriyanti, 2018). Stunting yaitu kejadian ditandai dengan perawakan pendek akibat kekurangan gizi kronis (Apriningtyas & Kristini, 2019), serta pola nafsu makan anak yang mengakibatkan status gizi anak kurang (Arini & Faradilah, 2020). Pertumbuhan yang terhambat bisa menjadi penyebab