Vol. 19 No. 2 Edisi Oktober 2022 ISSN (Online): 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at : http://ejournal2.pnp.ac.id/index.php/jirs/ Terakreditasi SINTA Peringkat 5 Informasi Artikel Diterima Redaksi : 06-10-2022 | Selesai Revisi : 28-10-2022 | Diterbitkan Online : 30-10-2022 109 Korelasi Air Entry Value (AEV) Dengan Kuat Geser Tanah Jenuh Sebagian 1 Gayuh Aji Prasetyaningtiyas* 2 Kuswaji Dwi Priyono 1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta 2 Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta 1 gayuh.ap@ums.ac.id* 2 kdp130@ums.id Abstract The characteristics of unsaturated soil seen from the Groundwater Characteristics Curve (SWCC). One of main variables determine the SWCC of soil are Air Entry Value (AEV). The AEV is the initial point of air entering the soil void. SWCC was obtained from the fitting of unsaturated soil model from Soil Vision. Although statistically a fitting model can match the point of laboratory result, the AEV resulted different point from the curve shaped by laboratory points. Therefore, this study aims to understand further the influence of AEV on unsaturated particularly on the change of soil share strength parameters. This studi used field investigation, a series of laboratory and numerical analysis to obtain Fredlund bimodal and Van Genutchen fitting model. Both models, then used to calculate the shear strength parameter (φ’, c’) change affected by different water content. On the other hand, the AEV consider as the major aspect on the calculation. The result shows that Van Genutchen model demonstrated the higher similarity with the laboratory test shear strength test comparing to Fredlund Bmodal’s. for s ilt sand oil in this study. This study is applicable for back filled and landslide case. Keywords: AEV, Fredlund Bimodal, SWCC, shear strength, Van Genutchen Abstrak Karakteristik tanah jenuh sebagian dapat dilihat dari Soil water characteristic Curve (SWCC). Salah satu elemen penting yang dapat menentukan SWCC tanah yaitu Air Entry Value (AEV). Nilai AEV merupakan titik awal udara masuk ke pori tanah. Nilai SWCC didapat dari fitting model tanah jenuh sebagian dari Soil Vision. Meskipun sebuah model fitting bisa mendekati titik uji namun nilai AEV yang dihasilkan terkadang berbeda dari kurva imajiner yang terbentuk oleh titik hasil uji laboratorium. Oleh karena itu studi ini mencoba untuk memahami pengaruh AEV dalam perilaku tanah jenuh sebagian, khususnya dalam perubahan parameter kuat geser tanah. Studi ini menggunakan metode investigasi lapangan dan uji laboratorium serta analisis numeris untuk mendapatkan fitting Fredlund Bimodal dan Van Genutchen. Kedua model tersebut kemudian digunakan untuk mendapatkan nilai perubahan nilai kuat geser dengan menggunakan persamaan Bishop. Hasil dari pendekatan kemudian divalidasi dengan hasil uji laboratorium. Hasil studi menunjukkan bahwa model Van Genutchen lebih tepat digunakan sebagai pendekatan perubahan parameter kuat geser. Hal tersebut dipengaruhi oleh nilai AEV yang lebih kecil dengan nilai AEV hasil fitting Fredlund Bimodal untuk tipe tanah lanau kepasiran. Studi ini aplikatif untuk kasus tanah jenuh sebagian akibat perubahan kadar air, seperti timbunan dan bencana longsor. Kata kunci : AEV, Fredlund Bimodal, kuat geser, SWCC, kuat geser, Van Genutchen. 1. Pendahuluan Tanah jenuh sebagian merupakan kondisi tanah dengan kejenuhan <100%, sehingga memungkinkan terjadinya gaya kapilaritas. Kondisi tersebut berpengaruh pada perubahan kadar air tanah, terutama jika terjadi infiltrasi di dalam tanah. Proses perubahan kadar air tersebut memberikan kontribusi dalam perubahan parameter tanah. Perubahan kadar air tersebut digambarkan dalam Soil Water