JPPMS, Vol. 3, No. 2, 2019 Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains http://journal.unesa.ac.id/index.php/jppms/ Pengembangan Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM) Berbasis Assessment as Learning pada Matakuliah Kimia Anorganik III Oleh: Muchlis 1 , Achmad Lutfi 2 1,2 Jurusan Kimia, Universitas Negeri Surabaya 1 muchlis@unesa.ac.id * 2 achmadlutfisurabaya10@gmail.com Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKM berbasis Assessment as Learning yang memenuhi kelayakan ditinjau dari validitas, keefektifan dan kepraktisannya. Desain penelitian menggunakan Four-D Model yang meliputi tahap define, design, develop dan disseminate, namun dalam penelitian ini hanya sampai tahap develop. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui validitas, keefektifan dan kepraktisan LKM secara berturut-turut adalah Lembar Validitas, Tes Hasil belajar dan Lembar Respon Mahasiswa. LKM dinyatakan valid jika memperoleh persentase validitas > 61%. Hasil belajar mahasiswa dinyatakan tuntas jika memperoleh nilai > 55. LKM dinyatakan efektif jika ketuntasan klasikal > 61%. LKM dinyatakan praktis jika persentase respon positif mahasiswa terhadap LKM > 61%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKM berbasis Assessment as Learning telah memenuhi kelayakan digunakan dalam pembelajaran ditinjau dari validitas, keefektifan dan kepraktisannya. Kata kunci: Pengembangan LKM, Kelayakan, Assessment as Learning Abstract — This research aim to develop Worksheet base on Assessment as Learning that it has feasibility based on its validity, effectiveness and practically. Research design use Four-D Model covering phase of define, design, develop and of disseminate, but in this research only until develop phase. Instrument used to know validity, effectiveness and practical successively are Sheet of Validity, Test of learning result and Sheet of Student Response. Worksheet expressed valid if obtaining percentage of validity > 61%. Learning result of student expressed mastery if obtaining value > 55. Worksheet expressed effective if is mastery classically > 61%. Worksheet expressed practice if percentage of positive student response toward LKM > 61%. Result of research indicate that worksheet base on Assessment as Learning has feasibility to used in learning based on its validity, effectiveness and practical. Keywords: Developing Worksheet, feasibility, Assessment as Learning. Pendahuluan Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi (Menristekdikti RI, 2015a). Kurikulum disusun dengan mengacu pada (1) Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) sebagaimana diatur dalam Permenristek dan Dikti RI No. 44 Tahun 2015 dan (2) Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden RI No. 8 Tahun 2012. Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (Menristekdikti RI, 2015a). Sementara Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor (Menristekdikti RI, 2015a). Standar Nasional Pendidikan sebagai bagian dari SNPT terdiri atas 1) standar kompetensi lulusan, 2) standar isi pembelajaran, 3) standar proses pembelajaran, 4) standar penilaian pembelajaran, 5) standar dosen dan tenaga kependidikan, 6) standar sarana dan prasarana pembelajaran, 7) standar pengelolaan pembelajaran, dan 8) standar pembiayaan pembelajaran. Salah satu item penting dalam standar proses pembelajaran adalah bahwa karakteristik proses pembelajaran antara lain