Rizki, et al., Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sidaguri (Sida rhombifolia L.) dan... Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sidaguri (Sida rhombifolia L.) dan Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) pada Mencit Jantan Hiperurisemia (Effect of the Combination of Ethanol Extracts Sidaguri Leaves (Sida rhombifolia L.) and Red Ginger Rhizome (Zingiber officinale Rosc.) in Hyperuricemic Male Mice) Kinanthi Putri Rizki, Siti Muslichah, Indah Yulia Ningsih Fakultas Farmasi, Universitas Jember Jln. Kalimantan 37, Jember 68121 e-mail korespondensi: muslichahsiti@unej.ac.id Abstract Abstrak Pendahuluan Hiperurisemia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat darah di atas normal. Batasan normal kadar asam urat pada laki-laki sekitar 7 mg/dL dan pada wanita sekitar 6 mg/dL [1]. Keadaan ini dapat menimbulkan terjadinya gout, tofus, batu urat dan nefropati urat yang mengganggu aktivitas penderita hiperurisemia [2]. Prevalensi hiperurisemia pada populasi penduduk Amerika berdasarkan The National Health and Nutrition Examination Survey III (NHANES-III) 1988-1994 sebesar 18,2% dan e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.6 (no.2), Mei, 2018 205 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak daun sidaguri dan rimpang jahe merah terhadap kadar asam urat mencit jantan hiperurisemia. Tiga puluh enam ekor mencit dibagi menjadi sembilan kelompok di antaranya kelompok normal, kontrol positif (+), kontrol negatif (-), empat kelompok perlakuan ekstrak dengan variasi kombinasi dan dua kelompok ekstrak tunggal. Induksi hiperurisemia dilakukan dengan pemberian campuran melinjo 10% dari jumlah pakan standar mencit selama 7 hari dan kalium oksonat 250 mg/kg BB secara intraperitoneal pada 2 jam sebelum pengambilan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dosis daun sidaguri 50 mg/kg BB dan rimpang jahe merah 400 mg/kg BB memiliki aktivitas antihiperurisemia lebih tinggi dibandingkan variasi kombinasi lain dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit. Senyawa yang diduga memiliki aktivitas antihiperurisemia adalah flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Kata kunci: daun sidaguri, rimpang jahe merah, aktivitas antihiperurisemia, asam urat This study aimed to determine the effect of the combination of sidaguri leaves and red ginger rhizome extracts in uric acid levels of hyperuricemic male mice. Thirty-six mice were divided into nine groups including normal group, the positive control (+), negative control (-), extracts of four treatment groups with a variety of combinations and two groups of single extract. Hyperuricemia induction was performed by administering mixture melinjo 10% of the standard feed mice for 7 days dan potassium oxonate 250 mg/kg BB intraperitoneally at 2 hours before blood sampling. The results showed that the combination dose of sidaguri leaves of 50 mg/kg BB and red ginger rhizome 400 mg/kg BB had higher antihyperuricemia activity than other combinations in lowering uric acid levels of mice. Compounds may have antihyperuricemic activity were flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids. Keywords: sidaguri leaves, red ginger rhizome, antihyperuricemic activity, uric acid