JURNAL ILMIAH MAHASISWA PERTANIAN E-ISSN: 2614-6053 P-ISSN: 2615-2878 Volume 5, Nomor 1, Februari 2020 www.jim.unsyiah.ac.id/JFP Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, Volume 5, Nomor 1, Februari 2020 21 Pengaruh Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.f) dan Giberelin (GA3) Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Mucuna (Mucuna bracteata D.C) The Effect of Leaf Teak Extract (Tectona grandis L.f) and Gibberellin (GA 3 ) On Viability and Vigor Mucuna (Mucuna bracteata D.C) Seeds. Tri Hanstama Nogie Arif 1 , Gina Erida 1 , Hasanuddin 1* 1 Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala *Corresponding author: ccutdek@unsyiah.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun jati (Tectona grandis L.f) dan dosis giberelin (GA3) serta perbandingan kemampuan keduanya terhadap viabilitas dan vigor benih mucuna (Mucuna bracteata). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Laboratorium Ilmu Gulma Program Studi Agroteknologi, Laboratorium Analisis Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Laboratorium Analisis Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan Laboratorium Terpadu dan Sentra Inovasi Teknologi, Universitas Lampung, Bandar Lampung pada Bulan Juli 2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 3 ulangan dan 12 perlakuan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah Perendaman ekstrak daun jati 1% (P1), 2% (P2), 3% (P3), 4% (P4), 5% (P5), perendaman giberelin 100 ppm (P6), 200 ppm (P7), 300 ppm (P8), 400 ppm (P9), 500 ppm (P10), dan 600 ppm (P11). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Potensi Tumbuh Maksimal, Daya Berkecambah, Indeks Vigor, Keserempakan Tumbuh, Kecepatan Tumbuh Relatif, Waktu untuk benih mencapai 50% perkecambahan. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan berpengaruh sangat nyata pada parameter Potensi Tumbuh Maksimum dan berpengaruh nyata pada parameter Daya Berkecambah dan Kecepatan Tumbuh Relatif. Pada penelitian ini didapatkan perlakuan terbaik pada perendaman giberelin 300 ppm. Kata Kunci : Allelopati, Hormon, Mucuna bracteata, Tectona grandis. This research aims to determine the effect of teak leaf extract concentration and giberelin (GA3) dose and comparison of the ability of both to viability and vigor Mucuna seeds. This research conductes at the Laboratory and Seed Technology, Laboratory Weed Science Department of Agrotechnology, The Food Analysis Laboratory Department of agricultural technology Faculty of Agricultural, chemical analysis laboratory Faculty of Metematics and natural sciences, Syiah Kuala University Banda Aceh and Integrated Laboratory and Centers of Technological Innovation, Lampung University Bandar Lampung Juli 2019. The design used in this study was Non factorial Complete Randomized Design (CDR) with 3 replication and 12 treatment. The treatment was carried out in this research is submersion with teak leaf extrack 1%(P1), 2% (P2), 3% (P3), 4% (P4), 5% (P5) and gibberellin 100 ppm (P6), 200 ppm (P7), 300 ppm (P8), 400 ppm (P9), 500 ppm (P10), dan 600 ppm (P11). The parameters observed were Maximum Growth Potential, Germination Power, Vigor Index, Simultaneity Grows, Relative Growth Speed, The Time For Seed Reaches 50% Germination. Based on this research, treatment has a very significant effect on Maximum Growth Potential, significant effect on Germination Power and Relative Growth Speed. The best result from this research on treatment of gibberellin at 300 ppm. Keyword : Allelopathy, Hormone, Mucuna bracteata, Tectona grandis PENDAHULUAN Kacangan penutup tanah atau Legume Cover Crop (LCC) digunakan untuk mengendalikan erosi, menekan tumbuhnya gulma dan menyumbang bahan organik pada lahan perkebunan kelapa sawit. Mucuna (Mucuna bracteata) adalah jenis kacangan yang baru diperkenalkan di Indonesia (Chua et al., 2007). Benih mucuna memiliki karakteristik kulit keras dan liat sehingga sulit untuk berkecambah. Mucuna bisa diperbanyak dengan menggunakan benih. Namun, penanaman benih mucuna langsung tanpa mendapat perlakukan apapun sebelumnya mengakibatkan persentase daya tumbuh mucuna rendah dan pertumbuhan menjadi lambat. Adanya perlakuan terhadap benih sebelum ditanam sangat diperlukan karena benih