E.ISSN.2614-6061 DOI: 10.37081/ed.v11i2.4664 P.ISSN.2527-4295 Vol.11 No.2 Edisi Mei 2023, pp.432-437 Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 432 KELAYAKAN BUKU CERITA ANAK KARYA MAHASISWA PGSD UNESA UNTUK PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA Maryam Isnaini Damayanti 1) , Wahyu Sukartiningsih 2) , Hendratno 3) , Heru Subrata 4) , Susetyo Rukmi 5) , Nurul Istiq’faroh 6) 123456 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 123456 Universitas Negeri Surabaya 1 maryamdamayanti@unesa.ac.id Informasi Artikel ABSTRAK Riwayat Artikel : Submit, 14 Desember 2022 Revisi, 29 Desember 2022 Diterima, 11 April 2023 Publish, 15 Mei 2023 Kata Kunci : cerita anak pembelajaran apresiasi sastra pesan moral dan karakter siswa Kemampuan menulis cerita anak adalah salah sau kompetensi yang harus dikuasai oleh calon guru sekolah dasar. Melalui cerita yang ditulis, seorang guru dapat turut membentuk karakter siswa- siswanya tanpa terkesan menggurui. Cerita anak berfungsi menghaluskan olah rasa dalam diri siswa, memperkaya olah pikir, dan membekali dengan berupa-rupa keterampilan lainnya. Selain itu, juga mengisi kekayaan batin siswa dengan nilai-nilai moral kehidupan. Untuk itu, karya cerita anak yang ditulis mahasiswa perlu dianalisis kelayakannya. Melalui penelitian ini, dianalisis kelayakan 36 cerita anak dalam buku berjudul “Hamchi di Sarang Kurcaci” yang ditulis mahasiswa kelas 2018C jurusan S1 PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi menggunakan instrumen penilaian kelayakan cerita anak yang dikembangkan menjadi 5 aspek penilaian, yaitu bahasa, judul cerita, isi cerita, tokoh cerita, dan pesan moral. Hasil olah dan analisis data adalah 6 cerita anak (17%) berkategori layak dan 30 cerita anak lainnya (83%) berkategori sangat layak. Ditemukan beberapa tema sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yang diusung dalam cerita anak. Khususnya dalam pengembangan dan penguatan karakter siswa. Dapat disimpulkan bahwa semua cerita anak yang ditulis layak untuk pembelajaran Apresiasi Sastra di sekolah dasar. This is an open access article under the CC BY-SA license Corresponding Author: Maryam Isnaini Damayanti Universitas Negeri Surabaya Email: maryamdamayanti@unesa.ac.id 1. PENDAHULUAN Terdapat perbedaan tuntutan kualitas guru sekolah dasar sekian tahun yang lalu dengan tuntutan abad 21. Guru ‘zaman now’ tidak lagi dipahami sebagai sosok yang berdiri di depan kelas dan dengan metode ceramahnya melakukan transfer ilmu kepada siswa-siswanya melainkan guru dengan tugas dan kewajiban yang lebih kompleks. Abad 21 menuntut peran guru yang semakin tinggi dan optimal (Arifin & Setiawan, 2020). Guru Abad 21 berperan penting dalam meningkatkan moral, intelektual, serta mengembangkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh siswa, baik itu kemampuan berpikir, kemampuan kreativitas, kemampuan mengkonstruksi pengetahuan, kemampuan pemecahan masalah, hingga kemampuan penguasaan materi pembelajaran dengan baik (Syahputra, 2018). Tuntutan di Abad 21 saat ini mewajibkan siswa untuk memiliki minat baca yang tinggi. Minat baca yang tinggi dapat dilakukan dengan membaca berbagai karya sastra. Di zaman saat ini, kajian sastra memiliki kontribusi dalam dunia pendidikan. bentuk kontribusinya berupa pola-pola kebudayaan yang telah terbentuk, sejarah-sejarah yang sudah terjadi dan didokumentasikan melalui karya sastra, apsek sosial yang ada dalam karya sastra (Susanto, 2019). Menurut Chaer dalam (Fauziah, 2019) pembelajaran sastra sangat penting untuk diajarkan di dunia pendidikan