Prosiding Seminar Nasional Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 3, No. 1, Maret 2018 e-ISSN 2540-7902 dan p-ISSN 2541-366X 85 PERBANDINGAN METODE SAW DAN TOPSIS UNTUK PEMILIHAN KETUA CALON UMUM UKM OLAHRAGA Wanda Tiara, Abdul Najib, M. Zainul Rohman Teknologi Informasi Politeknik Negeri Samarinda Samarinda, Indonesia Wandatiara95@gmail.com , abdulnajib@gmail.com , zainulmzr@gmail.com Abstrak — Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga (UKM) merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri dan berkedudukan di Politeknik Negeri Samarinda. Dalam setiap organisasi selalu dibutuhkan seorang ketua yang berperan penting dalam berjalannya suatu organisasi. Dalam UKM Olahraga, untuk menjadi seorang ketua harus mengikuti beberapa tahapan yang telah ditetapkan dalam peraturan organisasi di UKM Olahraga. Selama ini pemilihan calon ketua umum dilaksanakan dengan cara manual dan hasilnya pun kurang efektif. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian dalam laporan tugas akhir ini dikembangkan sistem pendukung keputusan menggunakan metode SAW dan TOPSIS. Adapun yang menjadi kriteria dalam tugas akhir ini berasal dari AD/ART UKM. Selanjutnya dari kriteria yang ada, kemudian diolah dan diproses dengan menggunakan perhitungan SAW dan TOPSIS, lalu di bandingan dari kedua hasil perhitungan terbsebut dan menghasilkan ranking dari penilaian calon ketua. Dan dari kedua hasil yang di dapat pada empat orang calon ketua menghsilkan bahwa calon ketua ke tiga mempunyai nilai yang tertinggi yaitu 0.978. Kata kunci - UKM Olahraga, sistem pendukung keputusan, SAW, TOPSIS I. PENDAHULUAN Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga (UKM) Politeknik Negeri Samarinda AD/ART membahas tentang peraturan dan kebijakan UKM olahraga yang telah di sepakati oleh seluruh pengurus selama masa periode. Dalam sistem pendukung keputusan mengambil contoh pemilihan calon ketua dalam sebuah organisasi. Pada sistem pendukung keputusan dapat di terapkan metode Saw dan TOPSIS. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada dan metode TOPSIS menggunakan alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean untuk memnentukan kedekatan relatif dari suatu alternatif dengan solusi optimal. Dengan pengambilan judul Perbandingan Metode SAW dan TOPSIS untuk pemilihan calon ketua umum unit kegiatan Mahasiswa Olahraga, dapat di simpulkan untuk membantu proses pemilihan secara lebih cepat dan akurat. Serta bagaimana penerapan Metode SAW dan TOPSIS pada sistem pendukung keputusan untuk menentukan alternatif ketua umum unit kegiatan mahasiswa. Dan metode tersebut dipilih karena metode SAW dan TOPSIS dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yang multikriteria dan cukup baik dalam menyelesaikan permasalahan identifikasi yang membutuhkan banyak kriteria. II. METODOLOGI A. Dasar Teori Perbandingan SAW dan TOPSIS untuk Open Recruitment warga laboratorium Teknik Informatika di Universitas Trunojoyo Madura. Laboratorium berfungsi untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Open recruitment merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh civitas akademik untuk menyeleksi mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang memiliki semangat berbagi ilmu yang tinggi dan loyalitas serta diimbangi dengan akhlak yang baik untuk menjadi warga laboratorium. Untuk bisa menjadi warga laboratorium, mahasiswa harus memenuhi kriteria – kriteria yang telah ditentukan oleh pihak laboratorium di jurusan teknik informatika, antara lain online test, live coding, interview, presentasi, IPK, dan semester. Jadi, membutuhkan banyak waktu untuk menggabungkan semua file tersebut guna mengetahui hasil akhirnya. Sistem ini merupakan aplikasi baru yang dapat membantu admin dalam penilaian open recruitment dan mengetahui tingkat kesesuaian rekomendasi warga laboratorium baru yang dilakukan secara manual dibandingkan dengan menggunakan metode SAW dan TOPSIS. (Merlien, etc 2016)