Genosida Eren Yeager Sebagai Pembebasan Umat Eldia: Pembacaan Lintas Tekstual Tiga Tokoh (Musa, Yosua & Eren Yeager) Dalam Upaya Membangun Pembebasan Glendy Reinhart Lubis Pengantar Dalam artikel ini, saya mencoba untuk menganlisis secara kontekstual menggunakan metode Praksis yang dikemukakan oleh Beevans dalam bukunya Model-Model Teologi Kontekstual dalam mempertemukan tokoh Musa dan Yosua dengan Eren Yeager dalam upaya membangun pembebasan. Namun, sebelum masuk ke topik, ada baiknya kita mengenali metode yang akan saya gunakan di dalam menganalisis ketiga tokoh ini. Menurut Beevans, model praksis adalah suatu cara berteologi yang dibentuk oleh pengetahuan pada tingkatnya yang paling intensif — tingkat aksi berdasarkan refleksi. 1 Sederhananya, model praksis ini adalah sebuah model yang menganalisis refleksi dari sebuah tindakan manusia yang dilakukan secara berulang kali — selalu terjadi pengulangan. Maka dari itu seperti yang diterangkan oleh Fabella di dalam buku Beevans, model berteologi ini adalah proses yang tidak pernah selesai 2 , penyebabnya adalah karena kita akan selalu mencari tahu dasar dari suatu perbuatan manusia — tidak lepas dari konteks, budaya, serta hal-hal yang mempengaruhi tindakan tersebut. Dari pengertian ini juga dapat kita pahami bahwa pengalaman manusia tidak hanya berakibat untuk dirinya sendiri, tetapi mampu menciptakan sebuah perubahan sosial, contohnya diskriminasi yang dilakukan berulang kali oleh sebagian ”orang” yang kemudian akan berakibat terhadap ”orang-orang” (baca: komunitas). Itu sebabnya, model seperti ini mampu memberikan ruang yang luas bagi pengungkapan akan pengalaman masing-masing pribadi ataupun komunitas, tentu mengungkapkan budaya atas iman, dan pengungkapan iman dari bagaimana cara orang hidup di dalam lingkungan sosialnya. 3 1 Stephen B. Bevans, Model-Model Teologi Kontekstual (Flores: Ledalero, 2002), 128. 2 Bevans, Model-Model Teologi Kontekstual, 128. 3 Bevans, Model-Model Teologi Kontekstual, 143.