63 Indri Hapsari , Donie Fadjar Kurniawan : Kostum Pertunjukan Wayang Orang Serial Mahabarata Gaya Surakarta Volume 4, No. 2, Desember 2021 KOSTUM PERTUNJUKAN WAYANG ORANG SERIAL MAHABARATA GAYA SURAKARTA Indri Hapsari 1 , Donie Fadjar Kurniawan 2 1 PLP Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Email: indri.hapsari89@gmail.com 2 Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Email: doniehoney@yahoo.co.uk ABSTRACT This reseach is based on the variety interpretations on the human puppet show on the mahabarata story in Indonesia. These various interpretations produce a lot of style and one of them is Surakarta style. The interpretation of Surakarta style can be observed by the dancer’s costume which have the unique characteristic adapted by local tradition.The goal of this research is to make a deep and detail data in the using of mahabarata’s dancer costume in Surakarta style. The method used in this research is qualitative descriptive. The subjects of the research are Mahabarata’s human puppet show in Sriwedari, Indonesian Institute of The Arts (ISI) Surakarta, and Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta. The steps in this research are literature review, data collection and draw conclusion. The conclusion is The use of the puppet costume of the mahabarata series, Surakarta style was adjusted to the characteristics of the puppet fgures and plays performed. Costume design is the result of visualization of fashion on the human puppet show. The suggestion of this research can be used as the reference in the mahabarata’s dancer costume of Surakarta style and provide the knoeledge contribution as an efort to preserve human puppet in Surakarta style. Key words : costume, the human puppet show, mahabarata story, surakarta style PENDAHULUAN Mahabarata merupakan cerita epos asal India yang berkembang sampai ke daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia cerita mahabarata berkembang di berbagai daerah terutama Jawa dan Bali. Perkembangan pertunjukan mahabarata telah mengalami berbagai modifkasi sesuai dengan kearifan lokal dan budaya setempat. Modifkasi tersebut melahirkan beragam versi yang berbeda dengan versi aslinya dari India. Berbagai versi dalam menafsirkan cerita mahabarata sangat berpengaruh pada bentuk sajian pertunjukan mahabarata. Berbagai modivikasi pada pertunjukan mahabarata menjadikan tampilan pertunjukan yang beragam, artinya tiap daerah memiliki ciri masing-masing yang menjadi kekhasan. Di Indonesia berkembang dua bentuk pertunjukan mahabarata yaitu wayang kulit dan pertunjukan wayang orang. Pada pertunjukan wayang orang kekhasan dapat langsung diamati dari elemen-elemen visualisasinya, salah satunya desain kostum penari wayang orang. Pada pertunjukan wayang orang serial mahabarata di Surakarta, kostum menjadi alat pendukung sajian yang wajib ada. Kostum meliputi segala pakaian dan aksen pendukung yang dikenakan seorang penari dari kepala sampai kaki. Kostum pada pertunjukan wayang orang serial mahabarata memiliki fungsi sebagai ungkapan estetis dan tanda identitas tokoh. Melalui kostum dapat diketahui siapakah tokoh yang diperankan dan bagaimana karakter tokoh tersebut. Pengggunaan kostum pada pertunjukan mahabarata mengikuti aturan