Prosiding Farmasi http://dx.doi.org/10.24112/.v6i2. 955 Kajian Aktivitas Antibakteri Tanaman Suku Asteraceae terhadap Pertumbuhan Bakteri Penyebab Jerawat Maulidya Fitriani, Lanny Mulqie, Siti Hazar Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Bandung, Indonesia email: maulidia153@gmail.com, lannymulqie.26@gmail.com, sitihazar1009@gmail.com ABSTRACT: Acne is one of skin disorders caused by the excess production of oil glands which causes blockage of the hair follicles and is aggravated by bacterial infections of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. This study aims to determine the asteraceael family that have antibacterial activity against the growth of bacteria that cause acne and determine the class of compounds in the asteraceae family that have antibacterial activity. There are six species of asteraceae family including Pluchea indica (L.) Less, Blumea balsamifera L, Eclipta alba, Chormolaena odorata, Chrysanthemum indicum and Mikania glomerata S. The results obtained from several studies are the six species of the asteraceae family showing inhibition zones against the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Then the class of compounds contained in the asteraceae family that have antibacterial activity are flavonoids, essential oils and alkaloids. Keyword: Asteraceae, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis. ABSTRAK: Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit akibat berlebihnya produksi kelenjar minyak yang menyebabkan adanya penyumbatan saluran folikel rambut dan diperparah oleh infeksi bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman suku asteraceae yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dan mengetahui golongan senyawa pada tanaman suku asteraceae yang memiliki aktivitas antibakteri. Terdapat enam tanaman suku asteraceae diantaranya Pluchea indica (L.) Less, Blumea balsamifera L, Eclipta alba, Chormolaena odorata, Chrysanthemum indicum dan Mikania glomerata S. Hasil yang didapatkan dari beberapa penelitian yaitu enam tanaman suku asteraceae menunjukkan adanya zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Kemudian golongan senyawa yang terkadung dalam tanaman suku asteraceae yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu flavonoid, minyak atsiri dan alkaloid. Kata Kunci: Asteraceae, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis. 1 PENDAHULUAN Kulit merupakan bagian organ tubuh yang letaknya paling luar (Wasitaatmadja, 2010). Sebagai organ terluar maka kulit merupakan pertahanan utama terhadap serangan dari berbagai mikroorganisme, virus, dan mikroba seperti bakteri dan jamur. Sehingga dapat menyebabkan penyakit kulit diantaranya: bisul, cacar air, campak, eksim, impetigo, jerawat, kudis, kurap, dan panu (Djuanda., dkk, 2011). Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit, akibat dari berlebihnya produksi kelenjar minyak yang menyebabkan adanya penyumbatan saluran folikel rambut dan diperparah oleh infeksi bakteri Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus epidermidis. menurut catatan kelompok studi dermatologi kosmetika indonesia menyatakan bahwa prevalensi penderita jerawat di Indonesia terus meningkat, pada tahun 2006 sebanyak 60%, pada tahun 2007 sebanyak 80%, dan pada tahun 2009 sebanyak 90% (Afriyanti, 2015). Salah satu pengobatan jerawat dilakukan dengan cara menurunkan jumlah koloni Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis dengan memberikan suatu zat antibakteri seperti klindamisin dan eritromisin. Namun penggunaan yang tidak tepat dari suatu zat antibakteri adalah terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik tersebut (Rathi, 2011) . Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan zat aktif pembunuh bakteri yang terkandung dalam tanaman obat (Agoes, 2010). Suku asteraceae merupakan Salah satu suku dari tanaman obat yang digunakan sebagai pengobatan dapat mengobati berbagai macam penyakit seperti mengatasi luka, gangguan