CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis Vol.3, No.2 MEI 2023 e-ISSN: 2962-4797; p-ISSN: 2962-3596, Hal 278-285 Received Maret 30, 2023; Revised April 2, 2023; Mei 22, 2023 * Dicky Ahmad Fahrizi, dicky.ahmad22@gmail.com Persepsi Masyarakat Dalam Melihat Kembang Mayang Dan Janur Kuning Sebagai Simbol Keperawanan Pengantin Wanita Jawa Dicky Ahmad Fahrizi Program Studi Sosiologi, FISIP,Universitas Jember Kartika Novita Rohmah Program Studi Sosiologi, FISIP,Universitas Jember Reihan Alvizar Program Studi Sosiologi, FISIP,Universitas Jember Korespondensi penulis: dicky.ahmad22@gmail.com Abstract. Kembar mayang and janur kuning are traditional symbols used in Javanese weddings as a symbol of the bride's virginity. This study aims to explore people's perceptions of the use of kembar mayang and janur kuning as symbols of the virginity of Javanese brides. The research method used is qualitative with data collection techniques through in-depth interviews with Javanese people who have experience in attending traditional marriages. The results of the study show that the use of kembar mayang and janur kuning is still considered important as a symbol of the virginity of Javanese brides. However, there are differences in people's perceptions of the use of the two symbols. Kembar mayang is seen as more important as a symbol of virginity, while janur kuning is seen as a symbol of beauty in traditional Javanese weddings. The public's perception of the use of these two symbols is influenced by strong cultural and religious factors in Javanese society. This research can provide useful information for traditional Javanese wedding practitioners to understand the importance of traditional symbols in traditional wedding ceremonies and to help maintain and develop the rich and unique Javanese culture. Keywords: Kembar mayang, janur kuning, virginity, Javanese bride, public perception Abstrak. Kembar mayang dan janur kuning adalah simbol tradisional yang digunakan dalam pernikahan adat Jawa sebagai simbol keperawanan pengantin wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap penggunaan kembar mayang dan janur kuning sebagai simbol keperawanan pengantin wanita Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada masyarakat Jawa yang memiliki pengalaman mengikuti pernikahan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kembar mayang dan janur kuning masih dipandang penting sebagai simbol keperawanan pengantin wanita Jawa. Namun, terdapat perbedaan persepsi masyarakat dalam penggunaan kedua simbol tersebut. Kembar mayang dipandang lebih penting sebagai simbol keperawanan, sementara janur kuning lebih dipandang sebagai simbol keindahan dalam pernikahan adat