Prosiding Seminar Nasional & Expo II Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2019 1629 PROBLEMA PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN DI DESA PANTAI CERMIN KECAMATAN TANJUNG PURA KABUPATEN LANGKAT Tamaulina Br. Sembiring Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Jl. Jend. Gatot Subroto Km.4,5 Medan Email : tamaulina@dosen.pancabudi.ac.id/ tamaulina_sembiring@yahoo.co.id ABSTRAK Desa pantai Cermin adalah desa yang terletak di Kabupaten Langkat yang kondisi Lingkungan Hidup di sekitar sungai memerlukan perhatian khusus dan serius karena begitu banyak anggota masyarakat yang pekerjaannya melakukan pengambilan pasir di sungai tanpa izin yang diakibatkan oleh kurangnya skill anggota masyarakat sehingga melakukan pengerjaan yang hanya mengandalkan otot. Pasir memang merupakan sumber daya alam yang dapat menjadi masukan segar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Langkat, namun kita tidak boleh lupa bahwa semua yang kita miliki akan menjadi sia-sia jika lingkungan hidup sekitar kita rusak karena akan berimbas langsung kepada kehidupan manusia yang merupakan objek vital bagi kehidupan umat manusia. Penelitian ini mengunakan metode trianggulasi yaitu mencakup metode dokumentasi, observasi dan wawancara secara mendalam. Hasil Penelitian menunjukan bahwa yang menjadi problema penegakan hukum lingkungan di desa pantai cermin adalah rendahnya kesadaran anggota masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan mereka yang disebabkan oleh faktor ketidaktahuan, faktor ekonomi (kemiskinan), faktor gaya hidup, faktor kemanusiaan dan faktor rendahnya pendidikan dan keterampilan anggota masyarakatnya. Sedangkan faktor penyebab dinas-dinas terkait tidak dapat menegakkan hukum terhadap anggota masyarakat yang melanggar peraturan tentang hukum lingkungan adalah faktor kemanusiaan, faktor geografis dan faktor belum adanya peraturan daerah ditambah lagi budya hukum masyarakat yang sangat rendah. Kata Kunci : Problema, Penegakan Hukum, lingkungan hidup ABSTRACT The Pantai Cermin Beach is a village located in Langkat Regency, where the environmental conditions around the river require special and serious attention because so many members of the community work to collect sand from the river without permission due to a lack of skill in community members so that they only work on muscle . Sand is indeed a natural resource that can be a fresh input for Langkat Regency Original Revenue (PAD), but we must not forget that everything we have will be in vain if the environment around us is damaged because it will impact directly on human life which is vital object for human life. This study uses the triangulation method, which includes methods of documentation, observation and in-depth interviews. The results showed that the problem with environmental law enforcement in mirror coastal villages was the low awareness of community members about the importance of the environment for their lives caused by ignorance, economic factors (poverty), lifestyle factors, humanitarian factors and low education and skills members of the community. Whereas the causes of the related agencies cannot enforce the law against members of the community who violate the regulations on environmental law are humanitarian factors, geographical factors and factors in the absence of regional regulations coupled with very low community legal culture. Keywords: Problems, Law Enforcement, the environment 1. PENDAHULUAN Desa Pantai Cermin merupakan desa binaan prodi ilmu hukum Universitas Pembangunan Panca Budi, pekerjaan warganya kebanyakan mengambil pasir dari dalam sungai wampu secara ilegal atau tanpa izin, keadaan ini membuat desa ini pernah dilanda banjir besar sehingga dibangun tanggul penahan air, keadaan ini tidak membuat anggota masyarakat berubah profesi dari mengambil pasir di sungai, malah pasir yang diambil setiap hari