Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 3(6), 2023, 593-603 ISSN: 2797-0132 (online) DOI: 10.17977/um063v3i62023p593-603 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Memahami upaya preventif pencegahan tindakan kekerasan seksual melalui penyuluhan kepada siswa Alfian Nur Muzaki, Fatiya Rosyida*, Tuti Mutia, Adinda Aprilia Putri, Arsya Fitrilia Ladisha, Audy Bintang Tantular, Aulia Winan Yanuariska, Berty Zulfa Nur Azizah, Cahyaning Wulan Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia *Penulis korespondensi, Surel: fatiya.rosyida.fis@um.ac.id Paper received: 14-03-2023; revised: 21-04-2023; accepted: 09-05-2023 Abstract Acts sexual violence have a very negative impact on someone who receives it. The impact greatly affected his physical and psychological condition. Due to the absence of sex education and taboos to discuss sexual studies. Therefore, counseling activities are need to educate students about the risk of sexual violence. The counseling activity took place at Muhammadiyah 1 Middle School Malang City with the subject of class VIII students totaling 30 th students. This study use qualitative methodology, including of interviews, observing, and documenting. Methods of data analyzis via descriptive analyze. The extension team also distributed pre-test and post-test. Averages value of pre-test outcomes was 58,8333, while value result of 84 for post-test. Preventive efforts to prevent sexual violence are through counseling on the dangers of sexual violence, integrated services, and collaboration between children and their parents. Thus, these preventive efforts can tolerate sexual inflicted by students. Keywords: extension; sexual violence; preventive efforts Abstrak Tindakan kekerasan seksual sangat berdampak negatif bagi seseorang yang menerimanya. Dampak tersebut sangat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologisnya. Hal itu disebabkan karena kurangnya pendidikan seks dan tabu untuk membicarakan kajian seksual. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik dari bahaya kekerasan seksual. Kegiatan penyuluhan bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang dengan subjek peserta didik kelas VIII dengan jumlah 30 peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif meliputi wawancara, pengamatan langsung, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik desciptive analyzis. Tim penyuluh juga membagikan pre-test dan post-test. Luaran pre-test didapatkan nilai rerata 58,8333 dan luaran post-test didapatkan nilai rerata 84. Upaya preventif untuk mencegah kekerasan seksual yaitu melalui penyuluhan bahaya kekerasan seksual, layanan terpadu, dan kolaborasi anak dengan orangtuanya. Dengan demikian, upaya preventif tersebut dapat menanggulangi aksi kekerasan seksual yang dialami oleh peserta didik. Kata kunci: penyuluhan; kekerasan seksual; upaya preventif 1. Pendahuluan Kekerasan seksual merupakan tindakan pelecehan seks yang dialami oleh seseorang (korban) dengan tidak adanya persetujuan dari pihak yang bersangkutan, sehingga dirinya merasa diusik atau diganggu (Ain, Mahmudah, Susanto, & Fauzi, 2022). Kekerasan seksual mempunyai reaksi yang sangat buruk kepada korbannya, meliputi gampang sekali tersinggung, kesal dan marah, serta rasa malu dan minder pada orang lain. Kekerasan seksual dapat terjadi ketika pelaku memiliki kedudukan yang tinggi, sehingga dapat mengintervensi korbannya (Persada, Putri, & Ayuningtyas, 2015).