44 INVENTARISASI GULMA PADA TEGAKAN TANAMAN MUDA Eucalyptus spp. (Weed Inventory on stand of young Eucalyptus spp.) Rahmat Faisal, Edy Batara Mulya Siregar, Nelly Anna Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Jl. Tri Dharma Ujung No. 1 Kampus USU Medan 20155 E-mail: ebms12@yahoo.com ABSTRACT Eucalyptus spp is a fast-growing plant species that have economic value and multifunction primarily developed as a raw material for the pulp extensively. Weeds is one factor that can inhibit the growth of Eucalyptus spp.This study aims to inventory the types of weeds present in young Eucalyptus spp. and know the composition and dominance of the types of weeds that were needed in the management of industrial plantations of Eucalyptus spp. The research was conducted at PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Aek Nauli sector in March-June 2011. The results showed that the diversity of weed found in Eucalyptus spp plantation consisted of 15 families and 39 species were relatively similar and were dominated by the family Rubiaceae, Asteraceae, Melastomataceae, and Poaceae. Borreria sp, Clidemia Hirta, Commelina difusa and Imperata cylindrica was an important and very dominant weed in all young Eucalyptus spp planting area. Keywords: Inventory, Eucalyptus spp, weeds. PENDAHULUAN Tumbuhan bawah adalah komunitas tumbuhan yang menyusun stratifikasi bawah dekat permukaan tanah. Tumbuhan ini umumnya berupa rumput, herba, semak atau perdu rendah. Jenis-jenis vegetasi ini ada yang bersifat annual, biannual atau perennial dengan bentuk hidup soliter, berumpun, tegak, menjalar atau memanjat. Gulma merupakan istilah lain dan termasuk dalam golongan tumbuhan bawah. Secara taksonomi vegetasi bawah umumnya anggota dari suku-suku Poaceae, Cyperaceae, Araceae, Asteraceae, paku-pakuan dan lain-lain. Vegetasi ini banyak terdapat di tempat- tempat terbuka, tepi jalan, tebing sungai, lantai hutan, lahan pertanian dan perkebunan (Aththorick, 2005). Eucalyptus spp. seperti jenis Eucalyptus urophyla, Eucalyptus grandis dan Eucalyptus pelita merupakan jenis cepat tumbuh yang dikembangkan sebagai bahan baku industri pulp secara luas di PT Toba Pulp Lestari dengan daur tebang 7-8 tahun. Salah satu tumbuhan yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan Eucalyptus spp. adalah gulma. Gulma merupakan tumbuhan yang mengganggu atau merugikan kepentingan manusia sehingga manusia berusaha untuk mengendalikanya. Gulma dapat menimbulkan kerugian secara perlahan selama gulma itu berinteraksi dengan tanaman. Kerugian tersebut terjadi melalui proses persaingan atau kompetisi antara gulma dan tanaman dalam memperoleh sarana tumbuh seperti hara, air, cahaya, CO2, dan ruang tumbuh. Selain persaingan, kerugian tanaman dapat juga terjadi melalui proses alelopati, yaitu proses penekanan pertumbuhan akibat senyawa kimia (alelokimia) yang dikeluarkan oleh gulma (Sembodo, 2010) Tingkat persaingan tergantung pada curah hujan, varietas, kondisi tanah, kerapatan gulma, lamanya tanaman dan gulma bersaing, umur tanaman saat gulma mulai bersaing. Oleh sebab itu, secara ekonomi gulma sangat merugikan usaha pertanian karena di antara komponen produksi, biaya untuk pengendalian gulma cukup besar, sering lebih mahal dari biaya pengendalian hama dan penyakit (Pane dan Jatmiko, 2002). Tanpa program pengendalian gulma yang baik petani mustahil memperoleh hasil panen yang tinggi dan menguntungkan. Gulma atau tumbuhan pengganggu berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sehingga segala cara diupayakan untuk mengendalikannya. Pengaruh gulma sangat terlihat pada tanaman yang masih muda. Pada periode kritis ini, upaya pengendalian gulma harus dilakukan lebih intensif dengan memperhatikan faktor ambang ekonomis. Pengendalian gulma terutama bertujuan untuk menekan pertumbuhan gulma sampai batas toleransi merugikan secara ekonomis (Barus, 2003). Populasi gulma antara satu daerah dengan daerah lainya berbeda. Pola komunitas gulma yang berubah-ubah sesuai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam prakteknya terutama untuk kepentingan pengelolaan vegetasi, maka jenis-jenis gulma perlu diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan inventarisasi gulma yang terdapat pada pertanaman Eucalyptus spp., sehingga dapat