Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan V: Teknologi dan Agribisnis Peternakan untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman 18 November 2017 380 ADAPTASI METABOLISME DAN ALTERNATIF METABOLISME SUMBER ENERGI OTOT SAPI PERAH TERHADAP FLUKTUASI MIKROKLIMAT LINGKUNGAN KANDANG Andi Mushawwir*, An An Yulianti, U. Hidayat Tanuwiria, Rachmat Wiradimadja, dan Nono Suwarno Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor, Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 *Corresponding Author Email : mushawwir@unpad.ac.id. Abstrak. Tiga puluh ekor sapi perah FH laktasi 5-6telah digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji adaptasi metabolisme dan kontraksi otot. Thermometer bola basah dan bola kering digunakan untuk mengetahui fluktuasi temperatur, kelembaban serta temperature humidity index (THI) di kandang dan di sekitar kandang sapi perah tersebut. Koleksi sampel darah telah dilakukan kepada 30 ekor sapi perah setiap minggu selama tiga bulan. Sampel darah yang diperoleh kemudian dicentrifuge untuk pemisahan plasma darahnya. Plasma darah yang telah diperoleh dianalisis kadar glukosanya, asam urat, urea darah, creatinin, enzim CK, trigliserida dan kadar laktatnya, menggunakan teknik spektrofotometer berdasakan Biolabo Kit, France. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode statistika uji F korelasi regresi. Software SPSS IBM 21 telah digunakan untuk menganalisis semua parameter tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh fluktuasi temperatur, kelembaban dan THI terhadap laju metabolisme dan aktivitas enzim CK pada sapi perah. Laju metabolisme dan aktivitas CK sebagai indikator adaptasi kontraksi otot meningkat seiring dengan peningkatan temperatur dan THI dalam batas yang dapat ditoleran oleh sapi perah. Kata Kunci: Metabolisme, Creatin Kinase, Mikroklimat, Sapi Perah PENDAHULUAN Profil fisiologik dan biokimiawi sapi perah yang normal menjadi salah satu faktor penting dalam manajemen pemeliharaannya. Kedua profil ini mampu menggambarkan status biologik ternak tersebut, termasuk kuantitas dan kualitas produksinya. Selain factor pakan, kondisi mikroklimat lingkungan kandang juga merupakan faktor pemicu utama perubahan profil fisiologik dan biokimiawi sapi perah. Ternak sapi perah sebagai hewan homioterm, memerlukan penyesuaian yang ketat terhadap perubahan mikroklimat kandang, antara lain perubahan temperatur dan kelembaban. Penyesuaian yang ketat berimpilikasi terhadap perubahan mikronutrien yang berdistribusi dalam darah baik menuju maupun yang keluar meninggalkan sel-sel. Perubahan ini merupakan indikator terjadinya perubahan laju metabolisme energi di dalam sel-sel, guna mempertahankan panas tubuh dalam range yang normal, sisi lain adalah untuk menghasilkan energi bagi proses thermoregulasi. Dalam menghadapi situasi ini, maka berbagai jalur metabolisme secara fisiokimiawi saling menyesuaikan. Indikator-indikator molekul dan senyawa dalam darah yang bersikulasi dapat menjadi penanda untuk mengkaji laju metabolisme yang terjadi dalam kondisi fluktuasi temperatur dan kelembaban kandang terekspos pada ternak perah. Indikator ini dapat menjadi bahan kajian untuk menerapkan pola manajemen nutrient dan atau pemeliharaan yang tepat bagi sapi perah. METODE PENELITIAN Tiga puluh ekor sapi perah laktasi 5-6 digunakan dalam penelitian ini, sejak bulan Maret – Mei 2017 di peternakn sapi perah Kecamatan Cikole, Sukabumi Jawa Barat. Di dalam dan di luar kandang telah dipasang thermometer bola basah dan bola kering, masing-masing