CATHARSIS 1 (2) (2012)
Catharsis: Journal of Arts Education
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis
FUNGSI MUSIK DALAM KESENIAN KUNTULAN KUDA KEMBAR DI
DESA SABARWANGI KECAMATAN KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN
SEBAGAI SARANA INTEGRASI SOSIAL
Antama Bahatmaka
,Wahyu Lestari
Prodi Pendidikan Seni,Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Abstrak
Musik merupakan faktor penting dalam setiap rangkaian pertunjukan, baik pada bentuk pertunjukan
rudat, akrobat, sulap, maupun lawak. Musik mempunyai fungsi untuk menghidupkan suasana sekaligus
untuk memberitahu kepada penonton akan dimulainya pertunjukan dan selesainya pertunjukan. Lagu
yang digunakan untuk mengiringi kesenian kuntulan memiliki nilai fungsi terhadap kebutuhan masyarakat
sehingga mampu berintegrasi dalam kehidupan sosial. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan
bentuk pertunjukan kesenian kuntulan kuda kembar, (2) mendeskripsikan bentuk musik dalam kesenian
kuntulan kuda kembar, dan (3) menganalisis bentuk integrasi musik dalam kesenian kuntulan kuda kembar
di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, serta
metode dokumen, sedangkan teknik analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan
yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa (1) bentuk pertunjukan kesenian kuntulan kuda kembar terdiri dari rudat, akrobat, sulap dan lawak,
(2) bentuk musik dalam kesenian kuntulan terdiri dari musik pembuka, musik pengiring rudat, musik
pengiring akrobat, musik pengiring sulap, serta musik pengiring lawak, (3) bentuk integrasi sosial musik
kuntulan kuda kembar di desa Sabarwangi yaitu sebagai sarana penyampaian pesan bagi wong gedhe
dalam acara peringatan hari kemerdekaan, sebagai media hiburan bagi wong cilik dalam acara khitanan,
sebagai sarana upacara dan hiburan dalam khitanan adat bagi golongan abangan, sebagai hiburan bagi
pinisepuh, sebagai penanaman nasionalisme bagi kawula mudha melalui keikutsertaan sebagai pemain
kuntulan, bagi sedulur dan wong liya berfungsi sebagai media hiburan dalam acra khitanan, maupun acara
pernikahan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang disampaikan adalah kepada pemerintah kabupaten
Pekalongan agar meningkatkan dana pembinaan dan melakukan pelatihan organisasi kesenian kerakyatan,
kepada pemerintah desa Sabarwangi agar melakukan usaha pembenahan dan bimbingan dibidang musik,
kepada bapak Santoso agar melakukan kaderisasi dan sosialisasi tentang fungsi musik kesenian kuntulan
agar kesenian kuntulan dapat selalu berintegrasi dalam kehidupan masyarakat.
Abstract
Music has an important factor in its set of the show, also in the form of Rudat performances, acrobatics, magic, and
comedy. The function of music is to liven things up at once and to tell the audience that the show will be the started and
finished. The used song in Kuntulan art has a value to integrate certain community in social life. The purposes of this
study are (1) to describe the form of Kuntulan Kuda Kembar art performance, (2) to describe a form of Kuntulan Kuda
Kembar music, (3) to analyze the music form of Kuntulan Kuda Kembar in Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen
Kabupaten Pekalongan. This study uses qualitative research methods with an ethnographic approach. Data Collection
techniques used are observation , interviews, and document, while the analytical technique consists of three flow events
occurring simultaneously, namely data reduction, presentation of data, drawing conclusions/verification. These results
indicate that (1) The form of Kuntulan Kuda Kembar art performance consists of Rudat, acrobatics, magic and come-
dy, (2) the forms music in Kuntulan consists of appetizers, Rudat, acrobatics , magic, and comedy musical accompani-
ment, (3) the social integration of Kuntulan Kuda Kembar in Sabarwangi village are as a means of delivering a message
to wong gedhe in commemoration of Independence Day, as a medium of entertainment for the people in the ceremony
circumcision, as a means of entertainment in circumcision ceremonies and customs for abangan, as entertainment for
the olders, as the implementation of nationalism for the youth Kuntulan players, as a medium of entertainment in the
circumcisions, and weddings for the others. Based on the findings, the suggestions are (1) district government is expected
to increase the funding in coaching and training, (2)the village should improve the quality in order to make business
improved, (3)Mr. Santoso should begin the regeneration to preserve the culture.
© 2012 Universitas Negeri Semarang
ISSN 2252 - 6900
Info Artikel
Sejarah Artikel:
Diterima Januari 2012
Disetujui Februari 2012
Dipublikasikan November
2012
Keywords:
Kuntulan
Music
Social Integration
Alamat korespondensi:
Kampus Unnes Bendan Ngisor, Semarang 50233
E-mail: antamabahatmaka@yahoo.co.id