Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2014) Vol. 8 Oktober 2014 Universitas Gunadarma – Depok – 14 – 15 Oktober 2014 ISSN : 2302-3740 Nur, Sri, dan Busono, Membangun Penangkap Gerakan … 311 DISAIN DAN SIMULASI RANGKAIAN DETEKTOR DETAK JANTUNG JANIN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI CMOS 0.35m Nur Sultan Salahuddin 1 Sri Poernomo Sari 2 Busono Soerowirdjo 3 Universitas Gunadarma 1 sultan@staff.gunadarma.ac.id, 2 sri_ps@staff.gunadarma.ac.id, 3 busono@staff.gunadarma.ac.id Abstrak Rangkaian detektor detak jantung janin telah berhasil dirancang dengan menggunakan teknologi CMOS 0.35um. Hasil simulasi menunjukan bahwa rangkaian detektor ini dapat mendeteksi frekuensi 2 sampai 3 hz. Rangkaian ini siap di realisasikan sebagai detektor detak jantung janin. Kata kunci : Fetal doppler, pre-penguat, tapis, penguat, detektor PENDAHULUAN Pertumbuhan dan perkembangan janin dimulai sejak terjadinya konsepsi. Kehamilan akan berlangsung selama 280 hari atau 10 bulan atau 40 minggu terhitung dari hari pertama haid terakhir. Perubahan-perubahan dan organogenesis terjadi pada berbagai periode kehamilan. Pertumbuhan hasil konsepsi dibedakan menjadi 3 tahapan penting yaitu: tingkat ovum (telur) umur 0-2 minggu, dimana hasil konsepsi belum tampak terbentuk dalam pertumbuhan; embrio antara umur 3-5 minggu dan sudah tampak rancangan bentuk alat-alat tubuh; janin (fetus) di atas usia 5 minggu dan sudah berbentuk manusia (Kusmiyati Y, 2010)(Mochtar R, 1998)(Neil W R, 2001). Salah satu aplikasi dari efek doppler yang ditemukan oleh Christian Johann Doppler digunakan pada dunia kedokteran. Pada dunia kedokteran tersebut doppler digunakan untuk mendeteksi jaringan atau organ yang bergerak seperti jantung atau aliran darah. Salah satu peralatan kedokteran yang memanfaatkan teori tersebut adalah Fetal Doppler. Fetal Doppler menggunakan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik yaitu gelombang yang mempunyai frekuensi diatas 20 KHz . Fetal doppler akan ditempelkan ke jantung melalui transducer probe. Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang pantulan sehingga fungsi kristal adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik. Gelombang suara ini menembus tubuh dan mengenai batas-batas antar jaringan, misal antara cairan, darah dan otot dan tulang (Nuryati Venti, 2010). Penggunaan alat ini sangat membantu pemantauan perkembangan dari janin sehingga kesehatan janin dan ibu tetap terjaga dengan baik. Tetapi tidak semua para ibu hamil, puskemas dan praktek bidan mempunyai alat ini dikarenakan alat ini masih diproduksi/ dimipor dari luar sehingga menjadi brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Gunadarma University: Ejournal UG