SINEKTIKA Jurnal Arsitektur, Vol. 17 No. 2 Juli 2020 | 145 PEMETAAN RUANG BERMAIN ANAK DI KAWASAN PERMUKIMAN PADAT DI KELURAHAN KEMIJEN SEMARANG Hasti Widyasamratri Jurusan Planologi Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang e-mail: widya_samratri@unissula.ac.id Mila Karmilah Jurusan Planologi Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang e-mail: karmilahmila@unissula.ac.id Boby Rahman Jurusan Planologi Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang e-mail: bobyrahman@unissula.ac.id ABSTRAK Keterbatasan ruang dan fasilitas umum di permukiman padat penduduk membuat anak-anak lebih kreatif dalam memanfaatkan ruang sebagai tempat bermain. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan distribusi tempat bermain, memahami persepsi, setting, dan perilaku anak anak di Kelurahan Kemijen Semarang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik, melalui pengamatan berupa behavior setting pada setiap ruang bermain anak, atau lebih tepatnya melalui placed centered mapping atau pemetaan berdasarkan tempat yang berfungsi untuk mengetahui adaptasi ruang bermain anak. Hasil penelitian menyebutkan bahwa anak-anak menggunakan lokasi bermain yang berbahaya, yakni di pinggir sungai, di pinggir rel kereta api, atau di atap rumah pompa. Anak anak memiliki persepsi positif terhadap sungai, yang bermakna mereka tidak melihat sungai sebagai lokasi yang berbahaya untuk bermain. KATA KUNCI: ruang bermain, anak-anak, permukiman PENDAHULUAN Kebutuhan manusia terhadap lahan memaksa mereka untuk memanfaatkan setiap lahan kosong secara masif, terutama di perkotaan, bahkan sering memanfaatkan fitur-fitur alam seperti bantaran sungai sebagai permukiman (Ramachandra, Bharath & Sowmyashree, 2015). Keterbatasan lahan menjadi salah satu alasan anak-anak di lingkungan perkotaan banyak memanfaatkan tempat-tempat informal untuk tempat bermain, yang sayangnya justru memiliki tingkat resiko bahaya tinggi (Bartlett, 1999; Saragih, 2018). Keberadaan taman dan ruang terbuka publik menjadi salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang harus bisa terpenuhi. Kelurahan Kemijen di Kecamatan Semarang Timur adalah salah satu kelurahan padat di kota Semarang, dilewati sungai (kali) Banger yang sering meluap karena rob maupun curah hujan yang tinggi (Susanti, Listiati, Tri, & Mulyani, 2017). Bantaran sungai Banger di Kemijen adalah salah satu tempat informal yang sering dipergunakan oleh anak-anak untuk bermain meskipun cukup berbahaya bagi keselamatan. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan ruang bermain anak di Kelurahan Kemijen sebagai salah satu proses identifikasi awal untuk penelitian perencanaan partisipatif berbasis lingkungan hidup. Diharapkan dari penelitian ini akan diketahui persepsi anak-anak terhadap keberadaan ruang bermain, khususnya fungsi bantaran sungai dari sudut pandang spasial. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di Kelurahan Kemijen, Semarang Timur (lihat Gambar 1) dengan menggunakan metode kualitatif. Pendekatan naturalistik melalui teknik observasi/ pengamatan dan focus group discussion (FGD) dipergunakan untuk mengamati perilaku objek penelitian, yakni anak-anak usia 8-12 tahun. Pendekatan naturalistik merupakan salah satu teknik analisis yang lebih mengutamakan fleksibilitas dan spontanitas ketika proses penelitian (pengamatan) sedang berlangsung, sehingga hasil yang didapatkan akan lebih realistis (Olsen, 2014). Gambar 1. Lokasi penelitian di Kelurahan Kemijen, Semarang Timur (Sumber: google earth, 2018) p-ISSN: 1411-8912 e-ISSN: 2714-6251 http://journals.ums.ac.id/index.php/sinektika