Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS) Vol 4, No 2, November 2022, Hal 607613 ISSN 2685-869X (media online) DOI 10.47065/ekuitas.v4i2.2341 Copyright © 2022 Asmaul Husna, Page 607 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License Perencanaan Pengelolaan Sampah Industri Kreatif dan Daur Ulang Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat dan Mengurangi Pengangguran Asmaul Husna, Sri Wahyuni * , Hakim Muttaqim, Rahma Harianti, Nova Fakultas Ekonomi, Ekonomi Pembangunan, Universitas Almuslim, Bireuen Jalan Almuslim, Matangglumpangdua, Paya Cut, Kec. Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, Indonesia Email: sriwahyuni@umuslim.ac.id Email Penulis Korespondensi: sriwahyuni@umuslim.ac.id Submitted: 09/10/2022; Accepted: 29/11/2022; Published: 29/11/2022 Abstrak-Meningkatnya Sampah saat ini menjadi masalah yang sangat penting terutama untuk wilayah Kabupaten Bireuen. Jika sampah yang ada tidak bisa dikelola dengan baik maka hal tersebut dapat menimbulkan persoalan yang krusial. Jika sampah yang ada tidak bisa dikelola dengan baik maka hal tersebut dapat menimbulkan persoalan yang krusial. Tujuan penelitian dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan pengelolaan sampah industri kreatif dan daur ulang dengan tujuan membuat ekonomi masyarakat menjadi meningkat dan mengurangi pengangguran di Kabupaten Bireuen dan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap perencanaan pengelolaan sampah 3R terintegrasi di Kabupaten Bireuen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan metode melakukan penelitian yang berfokus pada peristiwa yang memiliki sifat yang alami. Perencanaan pengelolaan sampah dirancang menggunakan dengan bisnis model canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan bisnis model canvas, proyeksi tahun pertama apabila pengelolaan sampah dalam skala kecil dilakukan maka dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 153 orang. Kata Kunci : Pengelolaan Sampah; Industri Kreatif; Daur Ulang; Bisnis Canvas; Pengangguran AbstractThe increase in waste is currently a very important problem, especially for the Bireuen Regency area. If the existing waste cannot be managed properly then it can cause a crucial problem. If the existing waste cannot be managed properly then it can cause a crucial problem. The research objectives of this study are to determine the planning of creative and recycling industrial waste management with the aim of increasing the community's economy and reducing unemployment in Bireuen Regency and to determine the community's response to integrated 3R waste management planning in Bireuen Regency. This type of research is qualitative research. Qualitative research is a method of conducting research that focuses on events that have a natural nature. Waste management planning is designed using the business model canvas. The results show that by using the business model canvas, the first year projection is that if waste management is carried out on a small scale, it can absorb 153 workers. Keywords: Waste Management; Creative Industry; Recycling; Canvas Business; Unemployment 1. PENDAHULUAN Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah telah mengubah fungsi sampah memiliki nilai ekonomis yang memiliki manfaat dan solusi bagi masyarakat dan pemerintah setempat. Pada Undang-undang nomor 18 tahun 2008 menjelaskan bahwa sampah adalah sisaan padat yang tersisa dari aktifitas manusia sehari-hari atapun yang berasal dari proses alam. Penjelasan tersebut muncul untuk menggambarkan bahwa sampah diartikan sebuah benda yang tidak liqiud, membuat sebagian besar orang menganggap sampah sebagai benda yang harus disingkirkan. Sebagian besar masyarakat, khususnya Indonesia memiliki pandangan ini, dan beberapa dari masyarakat tidak mengetahui apakah sampah yang dihasilkan oleh mereka bisa untuk diolah lagi ataupun tidak yang dapat memberikan manfaat di masa depan, sehingga mendorong tercapainya lingkungan tanpa sampah dan penciptaan perusahaan yang inovatif dan pengelolaan sampah untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Sampah adalah sebuah sisaan dari material yang tidak diharapkankan dan berakhir harus melalui sebuah proses. Sumber sampah berasal dari sampah manusia, sampah alam, sampah industri, sampah konsumsi, sampah pertambangan, serta sampah nuklir. Berdasarkan sifanya, sampah dibagi dalam dua kelompok yaitu sampah organik dan juga sampah anorganik. sampah organik dihasilkan oleh makhluk hidup dan mudah terurai dengan cepat, dengan jangka waktu kurang dari 6 bulan. Sedangkan sampah anorganik dihasilkan dari sumber daya yang tidak bisa terbarukan dikarenakan sampah tersebut sukar untuk diurai yang membutuhkan waktu sampai puluhan tahun untuk bisa diurai didalam tanah (Almanda, dkk (2018) dan Fantara, dkk (2018)) Daur ulang merupakan bentuk pengelolan sampah dengan menggunakan sistem 3R yang terdiri dari: 1) proses Reduce, merupakan tahap awal dalam mengurangi penumpukan sampah. 2) Reuse mengacu pada proses menghemat uang dan meminimalisir tingkat pemborosan dengan menggunakan kembali barang-barang yang digunakan sebelumnya. 3) Recycle disebut juga dengan pemulihan sumber daya (resource recovery) dengan mendaur ulang sampah menjadi produk baru. terutama barang yang tidak bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang terhitung lama, seperti kertas, logam, kaca serta plastik. Memisahkan sampah sejenis menjadi tahap pertama dalam daur ulang (Puspitawati, Y dan Rahdriawan, M (2012), Istiqomah, dkk (2019), Setyowati (2015)). Indrayani dan Anggraini (2020) dengan adanya pengolahan sampah yang lebih terpadu maka bahan sisa rumah tangga dapat menjadi barang bernilai jual tinggi dan dapat juga sebagai upaya pengurangan sampah yang ada di lingkungan sekitar. Dimulai dengan langkah kecil disetiap keluarga yakni dengan memilahnya terlebih dahulu mana sampah organik dan non-organik sebelum sampah dikumpulkan di TPST. Hal tersebut bisa membuat sampah