Rahmad L Pratama, SNTEM, Volume 2, November 2022, hal. 116-123 116 EVALUASI KEGIATAN INJEKSI BIOSURFAKTAN DI SUMUR “X” PADA LAPANGAN KALREZ PETROLEUM (SERAM) LTD. Rahmad Laksamana Pratama 1* , Edi Untoro 1 , Gerry Sasanti Nirmala 1 , Wahyu Kurniady Tuhuleley 2 1 Teknik Produksi Migas, Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Jl. Gajah Mada No. 38 Cepu, Blora 2 Kalrez Petroleum (Seram) Ltd. *E-mail: rahmadpratama1967@gmail.com, ABSTRAK Produksi pada suatu sumur, secara alami akan mengalami penurunan sepanjang masa hidupnya yang terbagi menjadi beberapa fase yakni: primary recovery, secondary recovery, dan tertiary recovery. Tertiary recovery sering juga disebut Enhanced Oil Recovery (EOR), dimana cadangan minyak pada suatu sumur tidak dapat lagi diproduksi dengan metode yang konvensional. Tujuan dari kegiatan EOR adalah meningkatkan oil recovery pada suatu sumur. Salah satunya adalah Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR), dengan cara menginjeksikan bakteri dan/atau produk turunannya ke dalam sumur. Suatu proses injeksi harus direncanakan dengan baik untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menghindari formation damage yang dapat menyebabkan penurunan produksi hingga penutupan formasi. Pada penelitian ini digunakan biosurfaktan sebagai basisnya. Melalui pengamatan kerja biosurfaktan selama selang waktu tertentu (2 bulan sebelum dilakukan injeksi dan 3 bulan sesudah injeksi) dapat ditentukan parameter kesuksesan dari metode ini. Karakteristik fluida yang diamati adalah Total Plate Count (TPC), viskositas, Interfecial Tension (IFT) dan bagaimana ketiga parameter ini dapat mempengaruhi oil recovery. Diperoleh hasil bahwa peningkatan rata-rata produksi sebesar 27.30% dari nilai awal. Kata kunci: EOR, Injeksi, MEOR, Mikrobiologi 1. PENDAHULUAN Salah satu metode EOR yang sedang berkembang saat ini adalah MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) yang menggunakan mikroba dan produk turunannya untuk diaplikasikan di metode EOR. Sumur-sumur di Kalrez Petroleum (Seram) Ltd. yang termasuk dalam kategori sumur tua dengan PI <100 BOPD per sumurnya memiliki potensi untuk dilakukan EOR. Berkaca dalam hal tersebut, berkerja sama dengan PT. Aimtopindo Nuansa Kimia, Kalrez Petroleum (Seram) Ltd. mengadakan uji coba pengaplikasian MEOR dengan basis biosurfaktan pada beberapa sumur yang ada disana. MEOR diyakini dapat mengekstraksi hingga 50% dari residual oil yang tersisa di reservoir setelah proses primary dan secondary recovery yang secara umum dicapai dengan modifikasi sifat kimia dan fisik dari batuan reservoir dan crude oil dengan pertumbuhan mikroba dan metabolit yang dihasilkan. Dalam modifikasi secara fisik, pergerakan minyak melalui media berpori difasilitasi dengan mengubah sifat antarmuka dari oil-water minerals-displacement efficiency (penurunan IFT mengakibatkan peningkatan permeabilitas), gaya penggerak (tekanan reservoir), fluiditas (miscible flooding; pengurangan viskositas), dan sweep efficiency (selective plugging; kontrol mobilitas). Dalam modifikasi secara kimia, terjadi peningkatan dan pembentukan degradasi, tetapi juga penghilangan sulfur dan logam berat dari heavy oil, oleh aktivitas mikroba. Namun, mekanisme di balik mobilisasi minyak masih kurang dipahami [1].