TEKNOTAN, Vol. 16, No.1, April 2022 ISSN 1978-1067 (Print), ISSN 2528-6286 (Online) DOI 10.24198/jt.vol16n1.7 37 Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Serabut (Fiber) dalam Pembuatan Polybag Organik Utilization of Waste Oil Palm Empty Bunch and Fiber in Producing of Organic Polybag Alan Karvinaldi*, Nuraeni Dwi Dharmawati, Rengga Arnalis Renjani Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Stiper, Jl. Nangka II, Maguwohardjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, 55282, Indonesia *E-mail: alankarvinaldi@gmail.com Diterima: 23 Maret 2022; Disetujui: 27 April 2022 ABSTRAK Polybag plastik pada umumnya digunakan dalam pembibitan tanaman. Namun, penggunaan polybag plastik berpotensi mencemari lingkungan karena limbah plastik sulit terurai. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan adanya alternatif pengganti polybag plastik seperti polybag berbahan dasar organik. Serat tandan kosong kelapa sawit dan serabut mesocarp merupakan limbah padat hasil olahan pabrik kelapa sawit dengan jumlah yang banyak dan mudah terdekomposisi oleh mikroba tanah. Atas dasar ini, serat tandan kosong dan serabut mesocarp dapat dijadikan bahan dasar pembuatan polybag organik. Di lapangan, tandan kosong kelapa sawit (TKKS) diaplikasikan secara utuh (tanpa dicacah), kemudian TKKS dicacah secara manual menggunakan parang. Selanjutnya, serabut mesocarp digunakan untuk bahan bakar boiler. Dalam hal ini, pabrik yang memiliki biogas dapat memanfaatkan gas yang dihasilkannya untuk membantu menaikkan tekanan boiler melalui burner, namun banyak serabut dari mesocarp yang tersisa. Polybag dibuat dengan cara dicetak menggunakan cetakan yang ditekan dengan tekanan ± 1.730 N/m 2 , kemudian polybag dibakar diatas tungku dengan suhu 1.020-1.200° selama 3 menit dengan variasi 3 perlakuan yang berbeda yaitu K1 (500 ml air + tepung tapioka 10 gr), K2 (500 ml air + tepung tapioka 30 gr), K3 (500 ml air + tepung tapioka 50 gr). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa polybag organik dengan komposisi tandan kosong 42,9%, fiber 42,9%, dan tepung tapioka 14,2% memiliki kekuatan terhadap beban dan benturan terbaik dengan ketahanan terhadap beban maksimal 10 kg dan ketahanan terhadap benturan maksimal 5 meter. Selain itu polybag organik dengan komposisi tandan kosong 42,9%, fiber 42,9%, dan tepung tapioka 14,2% memiliki kualitas fisik polybag terbaik terhadap pH, daya serap, kadar air, rasio C/N dengan nilai pH 5,72, daya serap 60%, kadar air 9%, dan rasio C/N 77%. Kata kunci: limbah; plastik; polybag organik; polybag plastik; serabut; tandan kosong ABSTRACT Plastic polybags are generally used in plant nurseries. However, the use of plastic polybags has the potential to pollute the environment because plastic waste is difficult to decompose. To overcome this problem, it is necessary to have an alternative to plastic polybags such as polybags made from organic materials. Oil palm empty fruit bunches and mesocarp fibers are solid wastes produced by palm oil mills in large quantities and are easily decomposed by soil microbes. On this basis, empty fruit bunches and mesocarp fibers can be used as basic materials for making organic polybags. In the field, oil palm empty fruit bunches (TKKS) are applied whole (without chopping), then the EFB is chopped manually using a machete. Furthermore, the mesocarp fibers are used to fuel the boiler. In this case, a plant that has biogas can use the gas it produces to help raise the boiler pressure through the burner, but a lot of fibers from the mesocarp are left. Polybags are made by printing using a pressed mold with a pressure of ± 1,730 N/m 2 , then the polybag is burned on a stove at a temperature of 1,020-1,200° for 3 minutes with a variation of 3 different treatments, namely K1 (500 ml water + 10 gr tapioca flour), K2 (500 ml of water + 30 gr tapioca flour), K3 (500 ml of water + 50 gr tapioca flour). The results obtained in this study indicate that organic polybags with a composition of 42.9% empty bunches, 42.9% fiber, and 14.2% tapioca flour have the best load and impact strength with resistance to a maximum load of 10 kg and resistance to impact maximum 5 meters. In addition, organic polybags with a composition of 42.9% empty fruit bunches, 42.9% fiber, and 14.2% tapioca flour have the best physical quality of polybags with respect to pH, absorption, water content, C/N ratio with a pH value of 5.72, 60% absorption, 9% moisture content, and 77% C/N ratio. Keywords: fiber; empty bunch; organic polybag; plastic polybag; plastic; waste PENDAHULUAN Pabrik kelapa sawit di Indonesia umumnya memiliki kapasitas 45-60 ton TBS/jam dengan jam operasi minimal 8 jam perhari (Hermantoro dan Renjani, 2014). Berdasarkan tempat pembentukannya, limbah kelapa sawit dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu limbah perkebunan kelapa sawit dan limbah industri kelapa sawit (Ardila, 2014). Industri pengolahan kelapa sawit ini menghasilkan limbah padat dalam jumlah yang sangat besar. Dari beberapa jenis limbah padat yang dihasilkan seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS), sabut, lumpur, cangkang sawit, dan lain-lain (Sitorus, 2013). Diketahui untuk 1 ton kelapa sawit akan mampu menghasilkan limbah berupa tandan kosong kelapa