Journal on Education Volume 05, No. 02, Januari-Februari 2023, pp. 1855-1867 E-ISSN: 2654-5497, P-ISSN: 2655-1365 Website: http://jonedu.org/index.php/joe Filsafat Konstruktivisme dalam Mengembangkan Calon Pendidik pada Implementasi Merdeka Belajar di Sekolah Kejuruan Annisa Tishana 1 , Dio Alvendri 2 , Arief J. Pratama 3 , Nizwardi Jalinus 4 , Rijal Abdullah 5 Universitas Negeri Padang, Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang, Sumatera Barat annisatishana95@gmail.com Abstract The development of the business and industrial world (DUDI) demands an increase in hard skills, creativity and critical thinking from school graduates, including graduates of Vocational Schools. One of the efforts to achieve this is by implementing an freedom of Learn, where the learning process is constructivism which means student-centered learning. Furthermore, the understanding of a prospective educator related to the constructivism philosophy contained in the concept of independent learning must be improved first. This article will explain the philosophy of constructivism in the concept of freedom of Learn to develop understanding of prospective educators so they can implement it in vocational school learning. In this study the authors used the library research method, aiming to explore and collect relevant information and data from various sources obtained such as textbooks, dissertations, theses, research journals, research reports, documents of scientific discussion results, etc. Constructivism is defined as learning that emphasizes that knowledge is self-construction. Constructivism has an understanding of learning that emphasizes process rather than results and has the principle of student-centered learning, the teacher is only a facilitator and students discover more for themselves. This is very much in line with independent learning, students have the freedom to determine the knowledge they need by emphasizing the learning process. Prospective educators have an important role to play in building the competencies needed by students, these competencies are the 4C skills (critical thinking, communication, collaboration, creativity). Education that applies 4C skills and provides independence in thinking, digging for the truth, reasoning critically and seeing phenomena in students will form students with superior character who have adaptive abilities and are ready to face the industrial world. Keywords: Constructivism, 4C Skills, Freedom of Learn Abstrak Perkembangan dunia usaha dan dunia indutri (DUDI) menuntut adanya peningkatan hardskill, kreatifitas serta pemikiran kritis dari lulusan sekolah, tidak terkecuali lulusan Sekolah Kejuruan. Salah satu upaya untuk mencapainya yaitu dengan mengimplementasikan kurikulum merdeka, dimana proses pembelajaran bersifat kontruktivisme yang berarti pembelajaran berpusat pada siswa. Selanjutnya, pemahaman seorang calon pendidik berkaitan dengan filsafah kontruktivisme yang terdapat pada konsep merdeka belajar harus ditingkatkan terlebih dahulu. Artikel ini akan menjelaskan tentang filsafah konstruktivisme dalam konsep merdeka belajar untuk mengembangkan pemahaman calon pendidik supaya dapat mengimplementasikannya pada pembelajaran sekolah kejuruan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode library research, bertujuan untuk mengeksplore dan mengumpulkan informasi serta data yang relevan dari berbagai sumber yang diperoleh seperti buku teks, disertasi, tesis, jurnal penelitian, laporan penelitian, dokumen hasil diskusi ilmiah, dll. Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang menekan kan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) dari diri sendiri. Konstruktivisme memiliki pemahaman tentang belajar yang lebih menekankan pada proses dari pada hasil serta memiliki prinsip pembelajaran student center, guru hanya sebagai fasilitator dan siswa lebih banyak menemukan sendiri. Hal ini sangat sejalan dengan pembelajaran merdeka belajar, peserta didik memiliki kebebasan dalam menentukan ilmu yang mereka dibutuhkan dengan menekankan pada proses pembelajaran. Calon pendidik memiliki peranan penting untuk membangun kompetensi yang dibutuhkan siswa, kompetensi itu adalah keterampilan 4C ( critical thinking, comunication, collaboration, creativity). Pendidikan yang menerapkan keterampilan 4C serta memberikan kemerdekaan dalam berfikir, menggali kebenaran, menalar dengan kritis dan melihat fenomena pada siswa akan membentuk pribadi siswa yang berkarakter unggul yang memiliki kemampuan adaptif dan siap menghadapi dunia industri. Kata kunci: Konstruktivisme, Keterampilan 4C, Merdeka Belajar Copyright (c) 2023 Annisa Tishana, Dio Alvendri, Arief J. Pratama, Nizwardi Jalinus, Rijal Abdullah Corresponding author: Annisa Tishana Email Address: annisatishana95@gmail.com (Universitas Negeri Padang, Padang, Sumatera Barat) Received 30 December 2022, Accepted 31 December 2022, Published 09 Januari 2023