JCSPA: Journal Of Community Services Public Affairs Vol. 2, No.4 September 2022 Hal 122 – 132 ISSN 2746 -8291 (print) dan ISSN 2746-8283 (online) 122 Sinergisitas Kemitraan Kelembagaan dalam Mewujudkan SDGs Desa Melalui Pemanfaatan Buah Mangrove Menjadi Kopi Synergy of Institutional Partnerships in Realizing Village SDGs Through Utilization of Mangrove Fruits for Coffee Dadang Mashur 1* , Zulkarnaini 2 , Abdul Sadad 3 , Geovani Meiwanda 4 1 Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Riau 2 Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Riau 3 Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Riau 4 Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Riau Email: dadang.mashur@lecturer.unri.ac.id 1 , zulkarnainifisip@lecturer.unri.ac.id 2 , abdul.sadad@lecturer.unri.ac.id 3 , geovani.meiwanda@lecturer.unri.ac.id 4 ABSTRAK Masalah yang ada di Kecamatan Bukit Batu adalah adanya kerusakan hutan mangrove karena adanya penebangan kayu mangrove untuk dijadikan kayu bakar, kayu cerocok dan kayu arang sehingga mengakibatkan abrasi pantai sekitar 5 meter pertahun, bahkan beberapa desa di Kecamatan Bukit Batu garis pantai sudah bergeser sekitar 200 meter ke daratan dari lokasi awal karena abrasi. Kejadian tersebut tentu bertentangan dengan sustainable development goals (SDGs). Apalagi saat ini sudah ada kebijakan yang diwajibkan oleh kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi kepada seluruh desa di Indonesia melalui penggunaan dana desa untuk mewujudkan SDGs Desa melalui salah satu tipologi desa yaitu desa peduli lingkungan laut. Tujuan pengabdian ini untuk mewujudkaan SDGs Desa tersebut, pemerintah desa mengalami kesulitan dikarenakan keterbatasan sumber daya dan pengetahuan, maka perlu adanya sinergisitas kemitraan kelembagan antara pemerintah desa, masyarakat, universitas dan perusahaan untuk memudahkan capaian SDGs Desa. Metode yang digunakan yaitu metode partisipatif dengan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan laut. Selanjutnya memberikan pengetahuan dengan cara mengenalkan pemanfaatan mangrove non kayu seperti buah mangrove menjadi kopi. Keberhasilan kegiatan ini dinilai dari adanya perubahan aktivitas dan rutinitas masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat bahwa ekosistem mangrove dapat memberikan manfaat social, ekonomi dan lingkungan sesuai dengan sustainable development goals. Kata Kunci: Kemitraan; Kelembagaan; Kopi; Mangrove; SDGs Desa; ABSTRACT The problem in Bukit Batu District is the destruction of mangrove forests due to the logging of mangrove wood to be used as firewood, cerocok wood and charcoal wood, resulting in coastal abrasion of about 5 meters per year, even some villages in Bukit Batu District have shifted their coastline by about 200 meters. inland from the initial location due to abrasion. This incident is certainly contrary to the sustainable development goals (SDGs). Moreover, currently there is a policy that is required by the ministry of villages, development of disadvantaged areas and transmigration to all villages in Indonesia through the use of village funds to realize the Village SDGs through one of the village typologies, namely villages that care about the marine environment.