J. Sains MIPA, Edisi Khusus Tahun 2007, Vol. 13, No. 3, Hal.: 205 - 215 ISSN 1978-1873 2007 FMIPA Universitas Lampung 205 RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR UDANG WINDU FASE BENUR I M. Joni 1 , B. M. Wibawa 1 , D. Hidayat 1 , E. S. Mulyasari 1 , Suharyadi 2 , M. Farchan 2 , dan I K. Daging 2 1 Instrumentasi Elektronika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran 2 Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Lapangan, Sekolah Tinggi Perikanan, Karangantu Serang Banten Alamat untuk surat menyurat e-mail: i.m.joni@unpad.ac.id Diterima 28 Agustus 2007, perbaikan 10 Desember 2007, disetujui untuk diterbitkan 27 Desember 2007 ABSTRACT Currently, the hatchery of shrimp in aquaculture faces many obstacles. Our research objective was to design and development of expert system to control the physical variable of the environment and feeding distribution. We have been successfully developing an expert system implemented on aquaculture of shrimp hatchery. The hatchery expert system control physical parameters (such temperature, pH, DO, and water level) and feed distribution based on the knowledge of one expert on shrimp hatchery which is implemented in the form of computer program. The validation of hatchery expert system has been successfully shows that results such solutions and analysis match to the knowledge of expert given to the system. We conclude that the expert system was ready to integrate to the hardware of instrumentation and controls systems. Keywords: hatchery, shrimp, expert system 1. PENDAHULUAN Udang windu pernah menjadi salah satu primadona komoditas ekspor pada tahun 1990-an dengan nilai ekspor yang luar biasa. Namun akhir-akhir ini terjadi kemerosotan dalam memproduksi udang windu. Kemerosotan produksi udang windu tersebut secara umum disebabkan oleh tiga hal, yakni penyakit, kondisi lingkungan, dan modal. Faktor terbesar kematian udang adalah serangan virus SEMBV atau white spot dan tauro sydrome. Lemahnya daya tahan udang terhadap virus ini muncul akibat kelemahan pada awal proses produksi yakni hasil pemilihan benur yang kurang berkualitas 1) . Kematian udang windu fase benur (fase nouplius) sering terjadi akibat kondisi air tambak yang tidak stabil 2) . Daya tahan benur udang windu sangat lemah terhadap perubahan kondisi lingkungan yang ekstrim seperti perubahan besaran fisis yang meliputi perubahan suhu, pH, salinitas, kadar oksigen (DO) dan level air. Kendala lain yang dihadapi dalam pembibitan benur udang windu adalah pemberian takaran pakan dengan jumlah tertentu dan penjadwalan pemberian pakan yang sangat padat (~tiga jam sekali). Langkanya orang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman (pakar) dalam pembibitan udang windu ini juga merupakan kendala dalam pembudidayaan secara luas di Indonesia. Agar pembudidayaan udang dapat dilakukan secara luas dan mudah, metode penanganan pemeliharaan udang windu terutama fase benur perlu dikembangkan. Dalam makalah ini, kami menyajikan perancangbangunan program penasihat berbasis komputer yang mencoba meniru proses berpikir dan berpengetahuan dari seorang pakar dalam menyelesaikan masalah pembibitan secara efisien (sistem pakar 1) ) untuk pemeliharaan udang windu fase benur. Sistem pakar dirancang untuk pengkonstruksian tambak, pengendalian parameter lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan udang dan pendistribusian jumlah pakan. 2. METODE PENELITIAN Sistem pakar digunakan untuk mengatasi pengendalian kondisi parameter fisis lingkungan yang memepengaruhi pertumbuhan dan kesehatan udang benur. Rancangan tambak benur yang digunakan sebagai acuan dalam pembuatan sistem pakar dimuat dalam Gambar 1. Pada sistem pakar yang dirancang, komputer dapat menerima pengetahuan melalui input manusia dan menggunakan pengetahuan yang didapatkannya melalui simulasi proses penalaran dan pemikiran manusia dalam memecahkan berbagai masalah 3) . Komponen-komponen sistem pakar dimuat oleh Gambar 2 4) .