Jurnal Farmasi Indonesia: Volume 13 Nomor 1 (2021) Rachmawati et al “Tinjauan Pustaka Bentuk Sediaan Tabir………………” 25 Tinjauan Pustaka Bentuk Sediaan Tabir Surya Bahan Alam, Keamanan dan Efektivitas Tabir Surya Putriana Rachmawati 1* , Reynelda Juliani Sagala 1 , Pretty F. A. Kambira 1 Abstract: The Indonesian government recommended sunbathing for 15 to 30 minutes in the morning to deal with the Covid-19 pandemic. Exposure to sunlight will activate the formation of vitamin D, which the body needs for defense against Covid-19 infection. However, excessive sun exposure will cause skin problems, including psoriasis, sarcoidosis, sunburn to skin cancer. One of the protections against sun exposure is the use of sunscreen. Sunscreen protects the skin from UV exposure by two mechanisms, namely, absorbing UV rays or reflecting UV rays. Currently, many sunscreens are developed with active substances derived from nature in various dosage forms. Sunscreen protection is stated using a photoprotector claim in the form of an SPF value or other supporting claims. This SPF value can be claimed using in vivo test, which previously could be predicted by on paper and in vitro approaches. Sunscreen safety is carried out by ensuring that the raw materials used comply with the requirements and penetration tests. Keywords: sunscreen, dosage form, natural ingredients, SPF value claim, penetreation test Abstrak: Salah satu anjuran pemerintah Indonesia untuk menghadapi kondisi pandemik Covid-19 adalah dengan berjemur dibawah sinar matahari selama 15 hingga 30 menit di pagi hari. Paparan sinar matahari akan mengaktivasi pembentukan vitamin D, yang diperlukan tubuh untuk pertahanan terhadap infeksi Covid-19. Namun paparan sinar matahari yang berlebih akan menyebabkan masalah kulit antara lain psoriasis, sarcoidosis, sunburn hingga kanker kulit. Salah satu perlindungan yang dapat dilakukan terhadap paparan sinar matahari adalah penggunaan tabir surya. Tabir surya melindungi kulit dari paparan UV dengan dua mekanisme yaitu menyerap sinar UV atau memantulkan kembali sinar UV. Saat ini, banyak tabir surya dikembangan dengan zat aktif berasal dari alam dengan berbagai bentuk bentuk sediaan. Perlindungan tabir surya dinyatakan menggunakan klaim fotoprotektor berupa nilai SPF maupun klaim lain yang mendukung. Nilai SPF ini dapat dilakukan secara in vivo, yang sebelumnya dapat di prediksi dengan pendekatan secara on paper dan in vitro. Keamanan tabir surya dilakukan dengan penjaminan bahwa bahan baku yang digunakan sesuai dengan persyaratan dan uji penetrasi. Kata kunci: tabir surya, bentuk sediaan, bahan alam, klaim SPF, uji penetrasi 1 Program Studi Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Korespondensi: Putriana Rachmawati putriana.rachmawati@atmajaya . ac.id Artikel Review