390 BERITA BIOLOGI 3 (8) Maret 1985 TOLERANSI BUI SALAK TERHADAP PENURUNAN KADAR AIR, SUHU DAN SERANGAN JAMUR Y. PURWANTO, R. D. RAHAYU & HADI SUTARNO Balai Penelitian dan Pengembangan Botani, Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi - LIPI, Bogor ABSTRACT Y. PURWANTO, R. D. RAHAYU & HADI SU- TARNO. 1987. Tolerance of salak seeds on moisture content, temperature and fungal attack. Berite Bio- logi 3(8): 390 - 395. Salak (Salacca edulis var. am- boinensis) seeds are difficult to withstand in long- term storage. For keeping its viability in storage, their tolerance on moisture content, temperature and fungal attack were studied. Decreasing moisture content influenced salak seed viability. Salak seeds would not afford to sprout. If moisture content reached 24.9%. By moisture content of 47.5%, seed viability dropped to 50.00%. Treatment of storage at temperatures of 10°C, 15 C and 20 C decreased moisture content sjid fungal attack less than at 25°C' and control. Dipping Dithane M45 treatment decreased fungal attack obviously, but it also reduced seed viability. PENDAHULUAN Salak {Salacca edulis var. amboinensis Becc.) tergolong jenis tanaman yang bijinya rekalsitran.' Biji-biji yang demikian memerlukan perlakuan khu- sus untuk penyimpanannya. Tanpa perlakuan apa- pun, biji salak hanya dapat bertahan hidup beberapa hari saja setelah dikeluarkan dari buahnya. Tan (1953) berpendapat bahwa biji salak yang dibiarkan dalam buahnya hanya tahan selama 2 — 3 minggu saja. Usaha memperpanjang daya kecambah biji- biji rekalsitran terbentur pada berbagai masalah. Kondisi kering dan dingin akan cepat sekali me- matikan biji-biji rekalsitran. Kadar air kritis pada beberapa golongan biji ini berkisar antara 40% sam- pai 60% dari kadar air awal (Hanson & Sutarto, 1982). Sampai saat ini belum ada informasi yang jelas tentang periode viabilitas alami, kadar air kritis yang tidak bisa dilewati serta cara penyimpanan yang tepat dan mudah yang dapat memperpanjang daya hidup biji salak. Pada penelitian ini dicoba mencari pemecahan cara penyimpanan yang lebih lama dengan mengetahui toleransi hidup biji salak terhadap ancaman suhu, kadar air dan serangan jamur, BAHAN DAN CARA KERJA Penelitian toleransi biji salak terhadap ancaman penurunan kadar air, suhu dan serangan jamur ter- diri dari 3 percobaan adalah sebagai berikut : Penelitian pertama ; Untuk mengetahui toleransi biji salak terhadap kadar air dilakukan dengan 11 perlakuan dan 3 ulangan yakni : A = Penurunan kadar air tanpa silika gel dalam eksikator selama 6 hari; B = Penurunan kadar air dengan silika gel 25 gram/100 gram berat biji selama 6 hari, silika gel diganti 2 hari sekali; C = Penurunan kadar air seperti perlakuan B, silika gel 50 gram/100 gram berat biji; D = Penurunan kadar air seperti perlaku- an B, silika gel 100 gram/100 gram berat biji; E = Penurunan kadar air dalam inkubator 40°C selama 3 hari dengan kelembaban nisbi 30%; F = Penurun- an kadar air seperti perlakuan E selama 6 hari; G = Penurunan kadar air seperti perlakuan E selama 9 hari; H = Penurunan kadar air diruang Laboratori- um pada suhu kamar 28°C ± 2°C, kelembaban nisbi 70% — 80% selama 3 hari; I = Penurunan kadar air seperti perlakuan H, selama 6 hari; J = Penurunan kadar air seperti perlakuan H, selama 9 hari; K = Kontrol. Pengamatan meliputi : kadar air, daya kecambah, kecepatan kecambah dan se- rangan jamur pada saat sebelum dan sesudah perla- kuan tanpa penyimpanan. Penelitian kedua : Untuk mengetahui toleransi biji salak terhadap suhu penyimpanan, dilakukan per- cobaan dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlaku- an tersebut adalah TPQ = Kontrol TPi = Disimpan pada suhu 10°C; TP2 = Disimpan pada suhu 15°C; TP3 = Disimpan pada suhu 20°C dan TP4 = Disim-