Pengenalan beretika komunikasi dalam
sosial media di Kalangan remaja SMA
Windu Wacana Kota Cirebon
�
Journal of Community Services
Altruis
eISSN 2721-415X, ISSN 2721-4168
ejournal.umm.ac.id/index.php/altruis
2021, Vol 2(2):32–36
DOI:10.22219/altruis.v2i2.16546
©The Author(s) 2021
cbn 4.0 International license
Nurudin Siraj
1
, Farida Nurfalah
1
, Raden Annisa Listiana
1
, Rifka Noviani Santika
1
Abstract
The growth of internet usage from year to year has increased, especially in online media. SMA Windu has been
adapting to this new context by implementing media literacy about online posting and motivating its students to
care more about education. Media literacy is also carried out as a preventive measure for students to understand
the values and ethics of online communication. Media literacy is carried out using the lecture method consisting
of introduction, evaluation and case studies of postings on social media. The results showed that the participants
became more aware of communication procedures and were more careful in determining which information was
correct. Participants in the program increased their knowledge and were able to listen and re-explain the material
that has been presented. Social media literacy is considered effective based on the insights and experiences the
participants have after the program. Students had awareness and participate in the effort to carry out communication
ethics by describing the efforts and appropriate virtual behaviors. They used social media for their information needs,
insights and in posting information and pictures by taking into account the ethical aspects and the value of its benefits,
they even receive suggestions to follow accounts related to hobbies, promotions and others so that they can have
references for ethical communication in the social media.
Keywords
ethics of communication, social media, media literacy
Pendahuluan
Media online mempunyai peranan sangat penting untuk
penyebaran informasi bagi penggunanya karena kecepatan
membagikan informasi secara instan tersebar ke berbagai
tempat, daerah, negara, bahkan ke seluruh dunia. Sebagai
bagian dari inovasi teknologi informasi, media online
terutama media sosial memberikan ruang bagi seseorang
untuk mengemukakan pendapat serta menyuarakan pikiran
mereka yang sebelumnya tidak diungkapkan ke publik.
Media sosial menjadi ruang ekspresi baru bagi masyarakat
dunia.
Sayangnya, kadang kala pengguna media online tidak
bertanggungjawab dalam menyebarkan informasi yang
sumbernya kurang akurat atau tidak jelas. Hal ini kemudian
berjalan dengan pertumbuhan penggunaan internet dari
tahun ke tahun selalu meningkat cukup signifikan di
berbagai media terutama di media online. Kedua hal
tersebut menyebabkan suatu masalah, yaitu diantaranya
menyebarnya berita hoax, terkadang dari pihak-pihak
sengaja melakukan suatu kebohongan dan menyebarkan
informasi yang tidak benar secara sadar. Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan (Rahadi et al., 2017), bahwa
informasi Hoax sengaja dibuat untuk mempengaruhi
publik dan kian marak lantaran faktor stimulan seperti
isu sosial politik dan SARA. Hal ini mendorong kita
untuk selalu waspada dengan informasi-informasi yang
kita terima di media online.
Konsekuensi yang dirasakan masyarakat di media online
munculnya hoax di berbagai aspek yang terkesan menjadi
booming terutama didukung oleh pola penggunaan internet
masyarakat yang lebih banyak untuk akses jejaring
sosial dan instant messaging. Di sisi lain perlu adanya
dorongan kepada semua lapisan masyarakat agar memiliki
etika bagaimana memanfaatkan media online, sehingga
diperlukan adanya etika komunikasi dalam menangkal
fenomena hoax dan bagaimana mengupayakan pencegahan
penyebaran hoax dengan mencoba memberikan alternatif
cara berkomunikasi untuk menangkal hoax.
Dari data Nielsen (Kaplan & Haenlein, 2020) juga
diungkapkan bahwa pengguna internet yang mengakses
media sosial mulai didominasi oleh kalangan usia remaja.
Usia remaja yang cenderung rentan ini pada akhirnya
mengakses media sosial dengan leluasa tanpa mengetahui
rambu-rambu maupun bahaya yang mengintai kemudian.
1
Ilmu Komunikasi, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon
Korespondensi:
Farida Nurfalah, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Swadaya
Gunung Jati Cirebon
Email: faridanurfalah46@gmail.com
Prepared using psyj.cls [Version: 2021/02/25 v1]