© 2022 Ismail Saleh, Wa Ode Nirwana Sari Halidun 31
Jurnal Kumparan Fisika, Vol. 5 No. 1, April 2022, Hal. 31-36
https://ejournal.unib.ac.id/index.php/kumparan_fisika
e-ISSN: 2655-1403 p-ISSN: 2685-1806
IDENTIFIKASI PIGMEN KLOROFIL DAN CELAH ENERGI PADA
DAUN CINCAU (CYCLEA BARBATA) SEBAGAI FOTOSENSITIZER
ALAMI UNTUK APLIKASI DSSC
Ismail Saleh
1
, Wa Ode Nirwana Sari Halidun*
2
1
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Halu Oleo
*
2
Jurusan Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Halu Oleo
e-mail
*2
: wd.nirwanasari@uho.ac.id
Diterima 24 Februari 2022 Disetujui 27 April 2022 Dipublikasikan 10 Mei 2022
https://doi.org/10.33369/jkf.5.1.31-36
ABSTRAK
Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang terdapat pada tumbuhan atau daun yang berwarna hijau. Pigmen
klorofil berfungsi menyerap energi cahaya dan mengkonversi energi cahaya tersebut menjadi energi kimia. Selain itu,
klorofil juga dapat mentransfer elektron, sehingga pigmen ini dapat digunakan sebagai fotosensitizer alami pada
perangkat sel surya tersensitisasi dye (DSSC). Fotosensitizer alami memiliki beberapa kelebihan seperti harganya yang
murah, jumlah berlimpah, ramah lingkungan, dan proses sintesis yang mudah. Tanaman cincau (Cyclea barbata)
merupakan tanaman yang populer di Indonesia. Tanaman ini sering digunakan pada industri makanan, minuman,
farmasi, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pigmen klorofil dan besar celah energi
pada daun Cyclea barbata yang akan diaplikasikan pada sel surya tersensitisasi dye (DSSC). Prosedur kerja dalam
penelitian ini yaitu: (1) ekstraksi pigmen klorofil, (2) pemurnian pigmen klorofil, (3) karakterisasi pigmen klorofil, dan
(4) penentuan besar celah energi pigmen klorofil. Pigmen klorofil daun Cyclea barbata diekstraksi menggunakan
larutan etanol dengan perbandingan 1:5 (volum/volum). Proses pemurnian pigmen dilakukan dengan teknik evaporasi
pada suhu 30- 40C. Karakterisasi UV-Vis digunakan untuk mengetahui rentang penyerapan pigmen klorofil dan celah
energi yang terdapat pada daun Cyclea barbata. Hasil penelitian menujukkan rentang penyerapan pigmen daun Cyclea
barbata terletak pada rentang panjang gelombang 402 nm dan 660 nm. Celah energi pigmen daun Cyclea barbata
diperoleh sebesar 1,804 eV.
Kata kunci —klorofil, celah energi, fotosensitizer alami, DSSC.
ABSTRACT
Chlorophyll is a green pigment found in green-coloured plants or leaves. Chlorophyll pigment absorbs energy from
light and convert it into chemical energy. Moreover, it can transfer electrons, so it can be used as a natural
photosensitizer on dye-sensitized solar cell (DSSC) device. Natural photosensitizer has several advantages, such as its
lower cost, abundant quantities, eco-friendly, and easy to synthesize. Grass jelly (Cyclea barbata) is a popular plant in
Indonesia. The plant is often used in the food, beverage, and pharmaceutical industry. This research aimed to identify
the chlorophyll pigment and gap energy from Cyclea barbata leaf which will be applied to dye-sensitized solar cell
(DSSC). The procedures in this research were: (1) extracted the chlorophyll pigment, (2) purified the chlorophyll
pigment, (3) characterized the chlorophyll pigment, and (4) determined the gap energy of the chlorophyll pigment.
Chlorophyll pigment of Cyclea barbata leaf was extracted using ethanol solution with ratio 1:5 (v/v). Pigment
purification process was held using evaporation technique at temperature of 30-40C. UV-Vis characterization was
carried out to determine the range of chlorophyll pigment absorbance and gap energy of Cyclea barbata leaf. The result
showed that the range of chlorophyll pigment absorbance lies in wavelength about 402 nm and 660 nm. The gap energy
of chlorophyll pigment from Cyclea barbata leaf was obtained at 1,804 eV.
Keywords—chlorophyll, gap energy, natural photosensitizer, DSSC.
I. PENDAHULUAN
Dengan semakin meningkatnya jumlah populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, maka
kebutuhan energi juga akan semakin besar. Energi yang berasal dari fosil hewan dan tanaman purba
saat ini masih mendominasi sebagai energi yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi, namun