B I O D I V E R S I T A S ISSN: 1412-033X
Volume 8, Nomor 4 Oktober 2007
Halaman: 253-256
♥ Alamat korespondensi:
Jl. Raya Bogor-Jakarta Km. 46, Cibinong-Bogor 16911
Tel. +62-021-8754587. Fax: +62-21-8754588
e-mail: kusmiati02@yahoo.com
Produksi β-Glukan Saccharomyces cerevisiae dalam Media
dengan Sumber Nitrogen Berbeda pada Air-Lift Fermentor
β-Glucan production of Saccharomyces cerevisiae in medium with different nitrogen
sources in air-lift fermentor
AHMAD THONTOWI, KUSMIATI
♥
, SUKMA NUSWANTARA
Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong-Bogor 16911.
Diterima: 06 Agustus 2007. Disetujui: 25 September 2007
ABSTRACT
β-Glucan is one of the most abundant polysaccharides in yeast Saccharomyces cerevisiae cell wall. The aim of this research is to explore
an alternative nitrogen sources for β-glucan production. S. cerevisiae were grown in fermentation medium with different nitrogen sources.
Peptone 2%, glutamic acid 0,5%, urea 0,2%, and diammonium hydrogen phosphate (DAHP) 0,02% were used for nitrogen source in the
medium. A two liter air-lift fermentor was used in the fermentation process for 84 hours (T = 30
0
C, pH 7, and 1.5 vvm for the aeration).
During the fermentation, optical density, extraction of β-glucan, glucose and protein in hydrolisate cultured were determined. β-glucan
production level is similar with the growth rate of yeast and followed by decreasing glucose and protein content in hydrolysis cultured. The
highest and lowest β-glucan content were obtained from peptone (933.33 mg/L) and glutamic acid (633.33 mg/L) as a nitrogen source in
cells cultured after fermentation completed respectively. Yeast cells cultured with urea and DAHP as a nitrogen source give the same
content of β-glucan about 733.33 mg/L. β-glucan concentration produced in medium with urea was a higher than that produced using
glutamic acid and DAHP as a nitrogen source. The result indicated that urea can be used as an alternative nitrogen source for the
production of β-glucan. Urea is easily available and cheaper than peptone, glutamic acid and DAHP.
© 2007 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta
Key words: β-glucan, Saccharomyces cerevisiae, air-lift fermentor.
PENDAHULUAN
β-Glukan merupakan homopolimer glukosa yang diikat
melalui ikatan β-(1,3) dan β-(1,6)-glukosida (Ha et al., 2002)
dan banyak ditemukan pada dinding sel beberapa bakteri,
tumbuhan, dan khamir (Hunter et al., 2002).
Saccharomyces cerevisiae termasuk khamir uniseluler yang
tersebar luas di alam dan merupakan galur potensial
penghasil β-glukan, karena sebagian besar dinding selnya
tersusun atas β-glukan (Lee et al., 2001). Mikrobia ini
bersifat nonpatogenik dan nontoksik, sehingga sejak dahulu
banyak digunakan dalam berbagai proses fermentasi
seperti pada pembuatan roti, asam laktat, dan alkohol (Lee
1992).
β-Glukan terbukti secara ilmiah sebagai biological
defense modifier (BDM) dan termasuk kategori generally
recognized as safe (GRAS) menurut FDA, serta tidak
memiliki toksisitas atau efek samping (Ber, 1997). β-Glukan
memiliki berbagai aktivitas biologis sebagai antitumor,
antioksidan, antikolesterol, anti penuaan dini, dan peningkat
sistem imun (Kulickle et al., 1996; Lee et al., 2001; Miura et
al., 2003). Selain itu, senyawa ini dapat juga dimanfaatkan
sebagai zat aditif dalam industri makanan (Cheeseman &
Brown, 1995). Dengan banyaknya manfaat senyawa
tersebut bagi manusia, menjadi dorongan bagi peneliti
untuk mengembangkan β-glukan, meningkatkan produksi
dan aplikasinya.
Formulasi media merupakan tahap yang penting dalam
proses fermentasi β-glukan, sehingga biaya pembuatan
media merupakan faktor penting bagi aspek ekonomi suatu
proses produksi. Dalam industri fermentasi diperlukan
substrat yang murah, mudah tersedia, dan efisien
penggunaannya. Pepton merupakan sumber nitrogen yang
sering digunakan dalam proses fermentasi, termasuk pada
produksi β-glukan. Namun, harganya relatif mahal untuk
produksi skala industri, sehingga diperlukan alternatif
sumber nitrogen yang lebih murah dan lebih mudah
tersedia.
Pada proses fermentasi β-glukan digunakan fermentor
air lift. Fermentor jenis ini sangat umum digunakan, karena
bersifat sederhana, memiliki transfer panas yang baik, dan
memiliki efisiensi absorpsi gas yang tinggi (Bains, 1998;
Lee, 1992). Selain itu, produksi glukan dengan
menggunakan fermentor jenis ini menghasilkan sel yang
tidak rusak serta tidak berubahnya morfologi. Apabila
digunakan fermentor berpengaduk, maka sel akan rusak
serta morfologi glukan akan berubah dan tidak kompak
(Lee et al., 2001).
Produksi β-glukan pada penelitian ini menggunakan
berbagai sumber nitrogen yang berbeda dengan
menggunakan fermentor. Sumber nitrogen yang digunakan
yaitu pepton, asam glutamat, urea dan diamonium hidrogen
fosfat (DAHP). Hal ini bertujuan untuk mencari sumber